Leadership

19 Maret 2013

Saya pernah membaca sebuah kata, yang waktu itu memberikan makna yang bisa mengapresiasikan kondisi yang saya alami.

" Leadership itu adalah Tindakan bukanlah Jabatan " 

Kata ini sebenarnya sudah lama saya baca, akan tetapi kembali menjadi bahan pemikiran bagi saya untuk bisa memposisikan diri saya pada saat ini pada posisi yang sebenarnya.

Dengan kata ini, saya bisa menilai dengan sendiri bagaimana teknik dan cara seseorang untuk bisa memiliki jiwa kepemimpinan. Tidak semua pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan, dan tidak semua pemimpin yang bisa memimpin. Kondisi ini sudah bisa saya buktikan pada suasana real yang saya alami dalam kehidupan saya, baik di dunia kerja, organisasi maupun keseharian.

Pemimpin yang baik adalah, pemimpin yang mau mendengarkan bawahannya......pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menjadi pengayom bagi anak buahnya...........pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak menghindari konflik, akan tetapi menyelesaikan konflik yang ada.......pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menghilangkan sekat antara kasta2 yang ada.....dan banyak lagi konsep2 kepemimpinan yang menjadikan kata leadership ini memiliki arti yang sangat luas.

Pada dasarnya, tidak satupun orang yang mau menyebut seorang individu sebagai pemimpin jika individu tersebut tidak layak menyandang gelar tersebut, sehingga tidak satu posisi pun yang akan membuat kita menjadi seorang pemimpin.Orang-orang akan lebih menghormati dan menghargai orang-orang yang mereka percaya, seperti kata pepatah people follow people, not position ...maka mulailah mencari posisi penting dalam hidup anda, jadilah teladan, memberikan inspirasi kepada orang lain, ketegasan dan hal2 positif lainnya. 


Ada perusahaan yang memang merencanakan karir karyawannya dengan baik, mulai dari rekruitmen sampai dengan peatihan2 dan juga job description yang digilir serta  program2 pengembangan karir yang dilaksanakan telah menunjang munculnya jiwa2 kepemimpinan pada individu karyawan tersebut. Efeknya, individu yang ditunjuk sebagai pejabat atau pemimpin pada sebuah unit, secara tidak langsung telah siap secara mental untuk menghadapi segala halangan dan rintangan yang ada di depan matanya.

Ada pula perusahaan yang tidak memiliki perencanaan terhadap karir karyawannya, dan terkadang penunjukan pemimpin/pejabat hanya berdasarkan faktor kedekatan, titipan, patuh terhadap pimpinan dan hal lainnya yang tidak merupakan faktor real dalam penunjukan seorang pemimpin. Hal ini diperparah lagi dengan persiapan yang kurang matang, orangnya belum siap....dipaksakan....kemudian tidak ada pelatihan atau coaching terkait apa2 saja yang akan dihadapi individu ini dalam menapaki jabatannya. Biasanya, kondisi ini akan memberikan efek negatif kepada perusahaan, banyak hal yang akan terjadi...baik dari sisi pekerjaan, keamanan dan juga keberlanjutan perusahaan tersebut.

Banyak orang yang belum siap dari sisi mental,akan tetapi tetap memaksakan akan memperlihatkan kualitas perusahaan tersebut ke dunia luar, apalagi perusahaan tersebut merupakan perusahaan jasa yang secara langsung akan berhadapan dengan konsumen. 

Manajemen kepemimpinan memang jarang ditemukan menjadi sebuah mata kuliah, mata pelajaran ataupun di ranah pendidikan lainnya. Yang biasa menjadi mata pelajaran adalah Manajemen Organisasi, sedangkan untuk kepemimpinan, hanya ada beberapa lembaga/organisasi yang melakukan pendekatan materi2 ke arah kepemimpinan untuk beberapa pelatihan yang meraka adakan, walaupun pada dasarnya tetap berpatokan secara tidak langsung dengan manajemen organisasi.

Dan saya berpikir, leadership atau kepemimpinan tidak akan bisa dipelajari dengan hanya menghadiri pelatihan/training karena leadership merupakan sebuah sikap, sikap ini lebih mengarah kepada karakter.....dan pelatihan/training tidak akan bisa merubah karakter seseorang. Karena karakter berpijak dari sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh seorang individu.

Kalau memang tidak bisa di asah dengan pelatihan/training.....apa yang harus dilakukan seseorang untuk bisa menumbuhkan leadership dalam dirinya.....???? pertanyaan ini juga pernah timbul pada diri saya, dan setelah saya temukan jawabannya, dan saya telaah kembali apa yang telah saya lakukan selama ini, leadership muncul dengan sendirinya akibat dari kebiasaan kita berorganisasi dan berkumpul dengan orang lain.

Orang yang suka berorganisasi, bisa saya pastikan akan memiliki jiwa2 leadership dalam dirinya, walaupun individu tersebut tidak pernah menjadi pemimpin di organisasinya....hal ini akan muncul karena kebiasaan mengikuti kegiatan2 dan berinteraksi secara aktif dalam diskusi2.

Saya tidak akan pernah bilang kalau saya telah memiliki leadership dalam diri saya, akan tetapi teknik2 dalam menyelesaikan masalah, tata cara memimpin sebuah kelompok telah menjadi dasar yang telah sering saya peroleh di saat saya berorganisasi dari dulu hingga sekarang.

Manajemen konflik menjadi pemicu seseorang untuk bisa menjadi seorang pemimpin yang teruji, bisa menjadi panutan bagi orang disekitar kita  akan menjadi sebuah nilai plus bagi pencapaian jiwa kepemimpinan, bisa memanfaatkan tenaga orang-orang yang ada di organisasi untuk menjalankan sistem dan operasional organisasi, akan menjadi sebuah deklarasi leadership yang kita miliki.

Dari beberapa ungkapan yang tidak terlalu tersusun secara rapi diatas, saya bisa menyimpulkan, bahwa leadership hanya bisa tumbuh pada individu2 yang telah memiliki jam terbang dalam menjalankan organinsasi....terlepas organisasinya besar atau kecil, bermanfaat bagi orang lain atau tidak...ataupun hanya organisasi kecil2an. Karena organisasi kan memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi perkembangan diri, dan jiwa leadership dalam individu yang berada di dalamnya.

Kalau anda masuk dalam organisasi kepemudaan, dimungkinkan spirit2 kepemudaan yang secara positif memberikan efek motivasi akan muncul di dalam diri. Jika anda masuk dalam organisasi politik, dimungkinkan anda akan memiliki teknik2 marketing dan juga jiwa patriotisme dalam mencapai tujuan politik yang di ingini. Jika anda masuk dalam organisasi sosial, anda dimungkinkan akan memiliki jiwa simpati,empati dan juga semangat untuk mendobrak segala ketimpangan yang ada di negeri ini, sehingga semangat untuk menjadi orang yang lebih baik akan mengarahkan anda menjadi orang yang penuh spirit berusaha.

Bagi yang sempat mampir membaca tulisan saya ini, mulailah bergabung di organisasi....untuk bisa membina karakter anda untuk menjadi orang yang lebih berguna....minimal buat diri sendiri, dan mudah2an bisa berguna bagi orang lain. Cari organisasi yang cocok untuk menumbuhkan leadership dalam diri anda...........

0 komentar:

Poskan Komentar