"ODHA" bisa sedikit bernafas lega

30 Agustus 2008

Jumat, 29 Agustus 2008 | 04:17 WIB

JAKARTA, JUMAT - HIV/AIDS merupakan penyakit yang diakui sampai kini belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan secara tuntas. Obat-obat yang tersedia baru sebatas menekan laju pertumbuhan virus HIV dalam tubuh penderita dengan harga sangat mahal dan kebanyakan masih diimpor dari luar negeri.

Untuk mendukung penyediaan obat di Indonesia, Unit Produksi Antiretroviral (ARV) Kimia Farma diresmikan Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Indroyono Soesilo yang mewakili Menko Kesra Aburizal Bakrie, Kamis (28 /8), dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kimia Farma ke-37, di Pabrik Kimia Farma, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur.

Pada akhir tahun 2002, Kimia Farma mempertimbangkan untuk memproduksi obat HIV/AIDS karena jumlah pengidap AIDS makin banyak sedangkan obatnya masih belum tersedia. Obat yang tersed ia masih impor jadi dan harganya mahal. Kemudian, Kimia Farma berinisiatif untuk memproduksi ARV KF dengan harga terjangkau, tersedia dan murah. Hal ini didukung berbagai pihak sehingga registrasi dan produksi perdana dapat dilakukan di Pabrik Kimia Farma di Bandung dalam skala proyek.

read more......

Singarak Di Kala Senja

26 Agustus 2008

Pemandangan yang sangat fantastis....itulah hal yang pertama terpikirkan di pikiran saya waktu itu, saya bisa menikmati pemandangan Danau Singkarak dari ketinggian yang bisa menampilkan eksotisme alam yang membuat perasaan menjadi tentram, nyaman dan perasaan indah lainnya. Sumatera Barat merupakan daerah yang dijejali oleh keindahan alam yang secara keseluruhan banyak yang belum "tereksploitasi" dengan baik. Daerah dimana saya dan beberapa orang rekan-rekan mengabadikan pemandangan ini sebagai salah satu contohnya. Daerah ini bisa diakses dari Solok melewati objek wisata angin berhembus yang juga merupakan kolam pemancingan yang cukup besar di Solok. Perjalanan ke puncak memakan waktu setengah jam dengan melewati jalanan yang curam dan berlubang. Dan di ujung jalan menuju keatas puncak terdapat jalan sempit yang hanya bisa dilewati satu mobil. Menakutkan juga sih jalanan yang saya tempuh waktu itu, tapi apa mau dikata...kita udah kepalang tanggung nyosor ke daerah itu, alhasil...kita dibuat takjub oleh keindahan yang terhampar di hadapan mata. Jam menunjukkan pukul 18.15 menit, mataharipun kayaknya udah hilang dari pandangan, disela-sela kegelapan senja saya dan rekan-rekan mengabadikan keindahan alam tersebut dengan kamera pocket yang kebetulan tidak pernah lepas dari pinggang saya.
Disaat mau pulang, saya mengambil keputusan untuk meneruskan jalan yang telah kami tempuh tadi dengan mangabaikan salah seorang rekan yang berkeinginan kembali menempuh jalan yang tadi telah kami lewati, hal ini dikarenakan keinginan kami mengetahui jalan ini mempunya ujung dimana. Dengan modal nekat dan hanya menggunakan kendaraan yang sebenarnya kurang cocok diajak adventure kami mencoba meneruskan perjalanan yang sedikit menakutkan, karena belum pernah melewati jalan tersebut dan suasana pada saat itu telah gelap.

Dalam perjalanan kami tidak pernah berpapasan dengan kendaraan lain, sampai akhirnya kami menjumpai sebuah warung/kedai yang kayaknya diperuntukan bagi muda mudi memadu kasih, hal ini bisa kami rasakan dari lampu yang remang-remang dan tempat duduk yang di susun sedemikian rupa yang memungkinkan konsumennya mojok berduaan tanpa ada gangguan....sip...kami berhenti dulu mencoba melepaskan ketegangan dalam perjalanan tadi, saya dan rekan-rekan memesan mie rebus dan teh panas. Dari warung tersebut kami bisa melihat hamparan danau singkarak yang dipenuhi kerlipan lampu di tepinya. Setelah setengah jam-an rehat kami melanjutkan lagi perjalanan menuju Solok, jalanan yang kami lalui tersebut berakhir di sebuah persimpangan dikawasan Danau Singkarak, sehingga perjalanan bisa kami lanjutkan lewat jalan raya yang sudah bisa saya lewati ketika masih berdinas di Kota Solok .
Andai saja daerah yang kami tempuh tersebut bisa dikelola dengan baik, dibuatkan akses jalan yang lebih bagus dan besar, sudah pasi daerah ini akan menjadi jajahan para turis baik lokal maupun lur negeri. Hidup Pariwisata Sumatera Barat.........................

"Selalu Terdepan" sebuah slogan yang menjanjikan


Satu lagi pabrikan motor yang telah mengeluarkan varian terbarunya, dahsyat...itu kata yang pertama kali terucap....motor ini memiliki 32 buah ban. Tidak bisa terbayangkan bagaimana kecepatan yang bisa dibukukan oleh motor ini.
Produk ini sengaja belum dilempar secara massal ke konsumen dikarenakan, masyarakat Indonesia belum begitu bisa menerima kecepatan yang akan dihasilkan motor dengan 32 buah ban ini. Hal itu dikarenakan jalana di perkotaan yang masih tergolong sempit disesaki oleh kendaraan yang terus bertambah tanpa ada penambahan jalur, sehingga konsumen akan merasa takut berkendaraan dengan varian terbaru ini. Akan tetapi dari hasil wawancara dengan test rider motor baru ini, didapatkan data yang cukup mengagetkan, motornya jangan dibawa ngebut...ini dikarenakan sistem pengereman masih konvensional atau masih menggunakan rem di dua buah ban, sedangkan 30 buah ban lagi tidak punya perangkat rem....hmm...mesti hati-hati nih bawa motor ini...(djv)

Photo - Photo Hiking Palanta (partai tambahan)

20 Agustus 2008

Photo-photo ini selain dari my poket kamera juga berasal dari v3rdee nyang punya www.blogsiceper.com, tuh anak dengan semangat 45 ngejar sebuah bendera di tepi jalan setapak buat dijadiin sandingan diri. Pas jalan, kita sengaja agak pelan dikit supaya tetep eksis dibelakang dan aksi poto2 kita kagak diliat ama org lain....sip....Silahkan menikmati perpaduan alam, person, dan juga ekspresi. ampe orang yg gi mojokpun kita shoot...sengaja photo dibikin acak...(susah ngeditnye sih......hehehehe).


Makna Kebebasan dari mata hati yang masih bersih

19 Agustus 2008

Kebebasan = Keceriaan, kegembiraan, tertawa, dapat hadiah, bersorak sorai
(Acara 17-an di puncak Gunung Padang )
Kebebasan = Mengekspresikan diri menjadi apa yang diinginkan
(Seorang mekanik mungil yang mencoba mengutak atik motor bapakya untuk diperbaiki)
Kebebasan = Melukiskan hal-hal yang baik melalui goresan ranting di atas pasir
(Beberapa anak di sepanjang Pantai Air Manis putus sekolah karena ketiaadaan biaya dari orang tua)

Hiking Merdeka Palanta (Alam menjadi inspirasi kemerdekaan)

18 Agustus 2008


Asik....itu hal yang terungkap setelah kami melakukan perjalanan yang cukup melelahkan pada hari minggu kemaren yang bertepatan dengan 17 Agustus yang diperingati sebagai hari kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Perjalanan dimulai dari Gor Parayoga Padang karena motor teman2 palanta dititipin disana. Route nya juga tidak terlalu panjang sih, dari Prayoga – Jembatan Siti Nurbaya – Gunung Padang – Finish di Air Manis. Panjang sih nggak, tapi jalurnya cukup melelahkan apalagi bagi saya yang jarang berolahraga.
Ini peserta yang cerdik, karena telat tuh orang pake motor sampai keatas jembatan Siti Nurbaya.
Alasannya sih, tadi abis upacara dikantor makanya telat......
Banyak hal yang bisa diambil dari perjalanan ini, mulai dari keindahan alam di kanan kiri jalur, kekompakan dan canda tawa penambah semangat selama perjalanan, keringat yang bercucuran, capek, lelah, muka dan kulit yang sampai saat ini belum kembali ke warna aslinya karena masih ada bekas terbakar sinar matahari dan ada satu hal lagi yang penting yaitu perbedaan jalur yang diambil oleh teman-teman palanta yang memperlihatkan bahwa perbedaan bisa terjadi dimana saja asalkan tujuannya tetap sama…..hehehe….kebetulan rombongan kami ngambil jalur yang lebih panjang dan cukup melelahkan karena melewati jalan raya.

Sewaktu memasuki gerbang Pantai Air Manis kita dihadang oleh beberapa pemuda yang bertugas sebagai penjaga gerbang, kita diminta membayar tiket masuk sebesar Rp. 2.000,- / orangnya. Setelah didata rombongan kami berjumlah 14 orang sehingga mesti membayar Rp. 28.000,-, setelah dibayar sebanyak jumlah tadi kami diberikan tiket masuk sebanyak 5 lembar, kontan kawan-kawan palanta yang lain menyuruh meminta tambahan tiket karena 9 tiket lagi sudah pasti akan masuk kekantong para penunggu gerbang Air Manis tersebut dan niat kami membayar tiket masuk sebagai sebuah refleksi kami sebagai masyarakat kota Padang yang mempunyai keinginan untuk membangun pariwisata Sumatera Barat tidak tercapai, walau hanya memberikan kontribusi baru berupa materi yang tergolong kecil.
Setelah sampai di tepi pantai kawan-kawan mengambil inisiatif untuk beristirahat sejenak untuk mengembalikan stamina dan menunggu rombongan kedua yang jalurnya terpisah dari rombongan kami. Setelah kurang lebih 10 menit menunggu "Akhirnya Datang Juga" rombongan kedua yang kami tunggu-tunggu. Setelah melakukan perjalanan selama lebih kurang 10 menit kita mencapai lokasi yang dituju dan mengambil posisi di hamparan rumput yang berdekatan dengan sebuah kedai makanan.
Kegiatan diawali dengan makan siang bersama dengan berbagai macam menu dari kawan-kawan yang kebetulan membawa bekal, ada juga yang menkonsumsi lotek atau lontong dari kedai. Setelah kita makan kegiatan dilanjutkan dengan ta'aruf atau perkenalan dengan beberapa kawan-kawan yang baru bergabung atau yang baru pertama kali memperlihatkan mukanya di pertemuan-pertemuan Palanta, saya termasuk salah seorang yang memperkenalkan diri pada kesempatan itu.


Banyak hal yang bisa diambil dari kegiatan yang telah Palanta angkatkan pada kesempatan kali ini. Kegiatan alam bebas merupakan salah satu improvisasi diri untuk merefresh kembali urat syaraf yang selama ini telah kaku dan salah satu iinstrument untuk menikmati keindahan alam.
Pokoknya kegiatan ini asik abis….sebenarnya masih banyak cerita yang akan di sampaikan tapi kebetulan sampai detik ini my body masih panek-panek 'n rangkit-rangkit makanya cerita ini akan kita lanjutin kapan-kapan….okey
Ekspresikan-dirimu

Pasokan Obat ARV untuk ODHA di Sumbar Putus

11 Agustus 2008

Ada berita yang cukup menyedihkan dari kawan-kawan Odha (Orang dengan HIV/AIDS) di Sumatera Barat. Sudah satu minggu ini pasokan obat ARV (Anti Retroviral) yang merupakan salah satu bentuk terapi pengidap virus HIV untuk mempertahankan daya tahan tubuhnya supaya tetap bisa survive terputus. setelah dikonfirmasikan kepada pihak Rumah Sakit yang menjadi tempat distribusi obat ini, didapatkan informasi bahwa obat ini stock nya memang habis dan belum diketahui kapan obat ini akan datang, kalau ini dibiarkan akan banyak kawan-kawan ODHA akan putus mengkonsumsi obat ARV ini. Hari kamis kemaren tanggal 7 Agustus 2008  2 (dua) orang kawan-kawan Odha putus dalam terapi ART ini, hari sabtu 1 (satu) orang, hari minggu 2 (dua) orang, jika hari senin tanggal 11 Agustus 2008 obat ARV ini belum juga masuk di Padang maka akan ada puluhan kawan-kawan ODHA yang akan resistance terhadap obat ini dikarenakan putus dalam mengkonsumsi obat. "Apa yang harus kami lakukan" saat ini sudah ada beberapa orang kawan-kawan yang putus asa dengan kondisi yang terjadi saat ini. Kita mengharapkan tanggapan dan tindakan yang jelas dari Stake holder atau pihak-pihak yang terkait terhadap permasalahan ini. Jangan tutup mata, akses obat ini merupakan salah satu bentuk ketidak seriusan pemerintah dalam upaya penanggulangan dan pemutusan rantai penularan HIV/AIDS di Sumatera Barat. Setelah dkonfirmasikan ke beberapa orang kawan-kawan di Jakarta, obat masih tersedia dan bisa diambil. Akan tetapi dikarenakan rumah sakit rujukan kawan-kawan ODHA di Sumbar bukanlah ke Jakarta maka Obat ini harus ditebus dengan harga yang dirasa cukup sulit di sediakan oleh kawan-kawan ODHA. Seperti makan buah Simalakama, kalau di beli mau cari duit kemana, kalau tidak dibeli ada resiko putus obat sehingga resitance terhadap ARV ini dan terapi yang selama ini dijalankan bisa rusak dan tidak berjalan sebagaimana mestinya lagi.

Buya In Action

02 Agustus 2008

Diatas terlihat seorang Buya yang mencoba memberikan posisi yang pas untuk mengabadikan sebuah moment. Salut buat sang Buya, dengan umur yang sudah 84 tahun dan loyalitas yang tinggi terhadap kepentingan agama, beliau masih menyempatkan diri megang kamera untuk motret kejadian-kejadian penting yang akan dimanfaatkan untuk referensi anak cucunya di masa yang akan datang.... Semoga buya selalu diberikan kondisi yang sehat wal afiat dan di berikan umur yang panjang.....amin
Silahkan kasih komentar......

Peresmian Mesjid Jami' Al-Munawarah Lawang Mandahiling Batusangkar

Batusangkar,--Hari rabu kemaren tanggal 30 juli 2008 yang juga bertepatan dengan Isra' Mikraj nabi Muhammad SAW yang diperingati oleh seluruh kaum muslim seluruh dunia dimanfaatkan oleh masyarakat Lawang Mandahiling Batusangkar untuk mengadakan acara peresmian penggunaan mesjid yang mereka cintai. acara ini dihadiri oleh unsur pemerintahan, alim ulama, ninik mamak dan juga masyrakat perantauan dari daerah lawang mandahiling ini.
Mesjid Jami' Al-Munawarah tersebut diresmikan oleh Bupati Tanah Datar yang juga sekaligus meresmikan Balai Adat IV Suku Mandahiling Salimpaung. Pada kesempatan itu Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadique dalam penyampaian kata sambutannya menyampaiakan harapan supaya masyarakat Lawang Mandahiling bisa memanfaatkan Mesjid ini bukan hanya untuk agenda-agenda kegiatan besar saja, akan tetapi dipergunakan untuk menggerakkan kembali kegiatan-kegiatan masyarakat yang berorientasi kepada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang agama, dan tidak tertutup kemungkinan untuk menggerakkan perekonomian. Selama ini masih banyak masyarakat yang tidak memahami apa dan bagaimana fungsi Mesjid yang sebenarnya. Mesjid merupakan Pusat dari seluruh kegiatan kaum muslimin di masa Rasulullah, disana digerakkan perekonomian masyarakat, pendidikan, pemerintahan, dan berbagai macam kegiatan lainnya sesuai dengan konteks kebutuhan masyarakat yang tidak bertentangan dengan ajaran agama.
Saat ini mesjid yang ada di Sumatera Barat cukup banyak dengan bentuk dan kemegahan yang bisa dibilang cukup bagus untuk pada daerah. Akan tetapi apa fungsi sebenarnya jika Mesjid tersebut tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh umat islam. Mesjid hanya ramai pada saat-saat tertentu, seperti hari jum'at, bulan ramadhan dan peringatan hari besar islam lainnya. Disela-sela sambutannya Bupati Tanah datar mengajak masyarakat untuk kembali meramaikan mesjid dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ada hal yang patut dibanggakan dari aktivitas pembangunan Mesjid ini, salah seorang pemuka agama Lawang Mandahiling, Buya Munir manaf yang saat ini bertempat tinggal di Padang merupakan salah seorang yang gigih mencari penyandang dana untuk pembangunan Mesjid ini. Mulai dari menyebarkan surat ke beberapa anak rantau mandahiling yang berada di luar batusangkar, dan juga ke beberapa instansi pemerintahan. Tidak hanya itu sang buya juga sempat membuat buku biography yang di jual ke khalayak ramai dan di dedikasikan sebagai dana pembangunan Mesjid ini.

(Pembukaan selubung) 

                                                          (Penandatangan Prasasti)

Acara peresmian tersebut diakhiri dengan makan bersama di lantai 2 yang diawali dengan petuah-petuah dan petatah petitih dari datuk-datuk lawang mandahiling