My Action

Loading...

Waktu Sholat

LANTERA MinangKabau

LANTERA MinangKabau
LSM HIV/AIDS Sumbar

Ngilangin Stress

Banyak yang datang ga ya...?

Lagi On

Komentar Terakhir

Rifkadejavu on Facebook

Pengunjung Terakhir

:

Yang mo nyari duit

05 Desember 2010

Rifkadejavu di Dakwa Kurungan Rumah


Minggu ini menjadi minggu yang kurang spesial bagi saya, pasalnya....hari ini ada acara pesta pernikahan salah satu keluarga di komplek perumahan yang saya huni saat ini. Tenda pun sudah dipasang mulai hari Jum'at, dan dikarenakan daerah ini merupakan daerah perumahan yang padat penduduk...konsekuensi jalanan bakal di tutup pun mengerogoti daerah ini.

Rumah yang saya tempati sekarang terletak di ujung gank dan menjadi rumah terakhir di jalan tersebut. Akses jalan menuju keluar hanya ada satu, dan dikarenkan jalanan sudah ditutup oleh tenda untuk pesta pernikahan tetangga.....kami pun yang berada di lokasi gank ini merelakan untuk tidak beraktifitas yang berkaitan dengan penggunaan jalan.


Motor saja tidak bisa keluar, apalagi mobil, saya pun dengan terpaksa hanya berdiam diri di rumah dan menikmati istirahat panjang di dalam rumah. Begitu juga halnya dengan dua rumah yang dijadikan tempat kos oleh beberapa mahasiswa di Kota Padang. Biasanya, malam minggu...kegaduhan dan juga kebisingan kerap terdengar dari kedua rumah tersebut. Akan tetapi kondisi tersebut tidak terjadi pada sabtu dan minggu ini, karena pacar-pacarnya tidak bisa mengunjungi dan berkemungkinan hanya melakukan janjian di luar gank.

Yang pasti....saya sedikit kecewa walaupun kekecewaan tersebut tidak akan beralasan karena sudah menjadi suratannya dan juga nasib bermukim di perumahan padat penduduk.

Alhasil saya hanya bisa berdiam diri di rumah, akan tetapi ada sisi positifnya...saya bsa lebih banyak waktu untuk menemani sang istri dirumah....mulai dar memasak dan membereskan rumah....hehehehe....dan juga menghabiskan waktu untuk makan-makan.....

Sedikit Ide saja, kenapa nggk!!!.....di perumahan-perumahan yang memiliki gank sempit seperti di siteba ini, pengelola perumahan atau para masyarakat mesti menyiapkan satu buah lokasi yang bisa dipakai oleh masyaakat secara bersama-sama untuk acara-acara pesta/kenduri. Sehingga daya manfaat dan rasa kebersamaan bisa lebih terjalin.......

11 Februari 2010

Cerita 2 tempayan

Seorang ibu yang sudah tua memiliki 2 buah tempayan, yang dipikul di pundaknya dengan menggunakan bambu. Salah 1 dari tempayan itu retak, sedangkan yang 1 nya tidak bercela dan selalu memuat air hingga penuh. Setibanya di rumah setelah menempuh perjalanan panjang dari sungai, air di tempayan yang retak tinggal separuh. Selama 2 tahun hal ini berlangsung setiap hari, dimana sang ibu tua membawa pulang air hanya 1 1/2 tempayan. Tentunya si tempayan yang utuh sangat bangga akan pencapaiannya. Namun tempayan yang retak merasa malu akan kekurangannya & sedih, sebab dia hanya bisa memenuhi 1/2 dari kewajibannya. Setelah 2 tahun yang dianggapnya sebagai kegagalan, akhirnya dia berbicara kepada ibu tua di dekat sungai. "Aku malu, sebab air bocor melalui bagian tubuhku yang retak di sepanjang jalan menuju ke rumah mu."

Ibu itu tersenyum dan menjawab, "Tidakkah kau lihat bunga yang beraneka ragam di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang lainnya? Aku sudah tau kekuranganmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu dan setiap hari dalam perjalanan pulang kau menyirami benih2 itu, selama 2 tahun ini pula aku bisa memetik bunga2 yang cantik untuk menghias meja. Kalau kau tidak seperti itu, maka rumah ini tidak bisa seasri seperti ini sebab tidak ada bunga."

Kita semua punya kekurangan masing2 ... Namun kekurangan itulah yang menjadikan hidup kita bersama menjadi menyenangkan dan memuaskan dengan saling melengkapi 1 dengan yg lain. Kita harus bisa menerima setiap orang apa adanya dan mencari yang terbaik dalam diri mereka. Saudaraku sesama tempayan yang retak, semoga harimu menyenangkan. Jangan lupa mencium wanginya bunga di jalurmu.

Nobody's perect

Sumber : Dari catatan seorang teman

02 Februari 2010

Biri-biri In Action

Poto diatas menggambarkan seseorang yang secara akrab mau bergandeng dengan seekor biri-biri untuk dijadikan partner dalam berpoto. Hal ini menjadi sebuah inspirasi bagi seluruh model yang ada di jagad entertainment. Jangan pilih-pilih, jika mau mengambil sebuah moment dan memilih model pasangan.

Si biri-biri saat dikonfirmasi menyatakan kebahagiaannya bisa dipoto berdua, "ini sebuah penghormatan bagi saya pribadi, orang ini benar-benar profesional di bidangnya, saya berani mengumpulkan teman-teman yang lebih banyak untuk melakukan pose secara bersama-sama". 



14 September 2009

Selamatkan Ramadhan

Saat ini Kota Padang sedang giat2nya membuat inovasi baru terhadap dunia pendidikan sekolah, dengan meliburkan siswa dan siswinya di saat Ramadhan dan menggiring mereka untuk aktif di Masjid-masjid dalam rangka mengikuti Pesantren Ramadhan diharapkan akan tercipta generasi muda yang lebih religi dan memliki bekal agama yang cukup kuat.

Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan cita rasa baru bagi kalangan pelajar, kegiatan edukasi ini pun telah mulai di ikuti oleh beberapa daerah di Sumatera Barat. Kedepan diharapkan seluruh pelajar diIndonesia bisa menikmati kegiatan ini agar Bulan Ramadhan bisa dinikmati lebih maksimal.

Tapi ada beberapa kondisi yang sangat berbeda sekali dengan spirit Pesram (pesantren Ramadhan) yang di agung2kan baik oleh Pemda maupun sekolah.

Di seputaran Pantai Padang tepatnya di kawasan Danau Cimpago Purus, masih terhampar dengan indahnya lokasi-lokasi maksiat yang secara kasat mata bisa terlihat jelas. Sampai saat ini paysek (payung esek-esek) ini masih beroperasi secara leluasa tanpa ada tindakan tegas dari pihak terkait. Pada awal ramadhan, paysek ini belum ada yang buka, akan tetapi pada minggu kedua, mulailah mereka menjamur kembali memperlihatkan taringnya karena tidak ada yang bakal berani menumpas kebathilan di lokasi mereka.

Terkadang saya berharap ada Laskar Islam, FPI atau apalah namanya yang mau dan bersedia merazia lokasi ini, karena sampai saat ini belum ada tindakan tegas dari pemda. Padahal keberadaan kawasan ini sudah menjadi rahasia publik, tapi kenapa pemda masih mentolerir kegiatan-kegiatan yang merusak kesucian ramadhan tersebut.

Kalau dari bisik-bisik yang biasa terdengar di kedai-kedai kopi " kalau lai lancar setoran, ndak ka adoh yg manggaduah do". Apakah hal tersebut benar dan masih menjadi tumbal bagi negeri yang sering di timpa bencana ini, apakah kita berharap bencana besar itu benar-benar akan datang.

Di tambah lagi, sudah 3 minggu ini, setiap sabtu malam (malam minggu) sebuah Plasa terkenal di KOta Padang menawarkan diskon besar-besaran yang dimulai dari pukul 22.00 WIB sampai tengah malam (kadang sampai jam 01.00 WIB lewat). Apakah Pemda telah memikirkan masak-masak dampak yang akan menyertai kegiatan sampai tengah malam tersebut.

Kita ambil beberapa kondisi yang bisa kita temui sehari-hari, seperti :
- Akan ada beberapa muda mudi yang membuat alasan pergi ke Plasa tersebut ke Orang tuanya ataupun ke   Ibu Kos, akan tetapi mereka malah mojok berduaan di Bungus maupun di Paysek Danau Cimpago.
- Berapa banyak anak gadis minang yang akan berkeluyuran sampai dini hari setiap malam minggu, apakah ini yang akan mencerminkan Kota yang sedang berbenah ke arah religius...?
- Berapa banyak Karyawan yang mesti lembur dan banting tulang untuk kegiatan ini, kalau dari sisi penyelenggara Diskon - pasti mereka sudah memiliki antisipasi, akan tetapi bagi penjaga toko-toko lainnya di komplek Plasa tersebut...apakah ada kajian komprehensif dari Dinas tenaga kerja.
- Berapa banyak shaf yang terisi di saat sholat Tarawih pada malam minggu tersebut, walaupun seluruh pelajar di wajibkan..tapi masih banyak yang membandel dan memilih keluyuran.

Saya pikir masih banyak lagi ke mudharatan yang akan terjadi seiring kegiatan-kegiatan seperti itu. Hal ini harus menjadi perhatian khusus oleh pemda Kota Padang sebagai Ulil Amri di negeri ini.

Jangan biarkan negeri ini rusak hanya gara-gara salah asuh dan salah management, serta kurang ketegasan.