Cerita 2 tempayan

11 Februari 2010

Seorang ibu yang sudah tua memiliki 2 buah tempayan, yang dipikul di pundaknya dengan menggunakan bambu. Salah 1 dari tempayan itu retak, sedangkan yang 1 nya tidak bercela dan selalu memuat air hingga penuh. Setibanya di rumah setelah menempuh perjalanan panjang dari sungai, air di tempayan yang retak tinggal separuh. Selama 2 tahun hal ini berlangsung setiap hari, dimana sang ibu tua membawa pulang air hanya 1 1/2 tempayan. Tentunya si tempayan yang utuh sangat bangga akan pencapaiannya. Namun tempayan yang retak merasa malu akan kekurangannya & sedih, sebab dia hanya bisa memenuhi 1/2 dari kewajibannya. Setelah 2 tahun yang dianggapnya sebagai kegagalan, akhirnya dia berbicara kepada ibu tua di dekat sungai. "Aku malu, sebab air bocor melalui bagian tubuhku yang retak di sepanjang jalan menuju ke rumah mu."

Ibu itu tersenyum dan menjawab, "Tidakkah kau lihat bunga yang beraneka ragam di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang lainnya? Aku sudah tau kekuranganmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu dan setiap hari dalam perjalanan pulang kau menyirami benih2 itu, selama 2 tahun ini pula aku bisa memetik bunga2 yang cantik untuk menghias meja. Kalau kau tidak seperti itu, maka rumah ini tidak bisa seasri seperti ini sebab tidak ada bunga."

Biri-biri In Action

02 Februari 2010

Poto diatas menggambarkan seseorang yang secara akrab mau bergandeng dengan seekor biri-biri untuk dijadikan partner dalam berpoto. Hal ini menjadi sebuah inspirasi bagi seluruh model yang ada di jagad entertainment. Jangan pilih-pilih, jika mau mengambil sebuah moment dan memilih model pasangan.

Si biri-biri saat dikonfirmasi menyatakan kebahagiaannya bisa dipoto berdua, "ini sebuah penghormatan bagi saya pribadi, orang ini benar-benar profesional di bidangnya, saya berani mengumpulkan teman-teman yang lebih banyak untuk melakukan pose secara bersama-sama".