Hari Anak untuk Anak Jalanan Kota Padang

23 Juli 2008


Hari ini tanggal 23 Juli 2008 di seluruh Indonesia diperingati sebagai Hari Anak Indonesia (HAI). Apakah seluruh masyarakat memahami dan mengetahui apa makna yang terkandung di dalam peringatan tersebut. Jawabannya sudah pasti tidak, dari penelusuran yang dilakukan tadi sore di beberapa kawasan di Kota Padang, Lingkar Jalanan (LJ-red) mendapatkan bukti ketidak tahuan masyarakat tentang peringatan ini. "Buk, tau ndak hari iko diperingati sebagai Hari Anak buk",..."ado lo hari anak yo...ambo yo baru tau lo kalau ado lo hari mancam itu". Apa yang sebenarnya terjadi....selama ini kita sama-sama mengetahui bahwa hari-hari peringatan yang ada di Indonesia itu cukup banyak, ada beberapa hari yang tidak begitu populer di telinga masyarakat karena hanya di peringati oleh beberapa komunitas saja. Seperti contoh Hari AIDS Sedunia, Hari Bumi, Hari persahabatan, Hari Air, Hari relawan dan banyak hari-hari lainnya. Semoga Hari Anak ini mendapatkan tempat di hati masyarakat kelak.

Kebetulan sore tadi kita dari LJ yang merupakan salah satu komunitas yang peduli dengan kehidupan jalanan terutama anak jalanan mencoba memperingati hari ini dengan sederhana. Kita mengumpulkan beberapa orang adik-adik asuhan untuk belajar seperti biasanya di RTH Imam Bonjol Padang, setelah selesai kita melakukan do'a bersama dan meniatkan do'a tersebut bagi adik-adik yang beraktifitas dijalanan yang telah mendahului menghadap yang kuasa , inilah kiriman tulus dari anak jalanan Padang untuk seluruh anak jalanan yang ada di Indonesia.

Tidak bisa kita pungkiri, sangat banyak ketimpangan-ketimpangan yang sampai saat ini terjadi. Masalah Anak Jalanan untuk kapasitas Kota Padang sudah menjadi persoalan serius. Pemerintah Kota sampai detik ini hanya melakukan aksi penertiban, tanpa ada pembinaan yang konkrit. "Ndak bisa ngamen do bang, ado pamong yang jago", ucap salah seorang dari anak jalanan yang ada di RTH, sehingga anak tersebut pada hari itu beralih kegiatan menjadi pemungut barang bekas, "lumayanlah kalau lah banyak takumpua sarok galeh ko bisa dijua bang". Apakah ini yang menjadi solusi bagi masyarakat yang memang menggantungkan hidupnya dari jalanan. Jawabanya ada dua sisi, disisi pemerintah pasti inilah yang harus dilakukan untuk menertibkan dan memperindah kota. Disisi lain bagaimana...apakah ini jawaban dari permasalahan ketertiban, jika mereka tidak diberikan jalan untuk bisa mengakses hidup, bisa jadi..kriminalitas akan menjadi jawaban bagi hidup mereka. Apakah ini yang kita harapkan untuk memberikan arti lebih untuk kehidupan orang-orang yang tidak seberuntung kita.

Sudah sepantasnyakah kita memperingati Hari Anak Indonesia disaat masih banyak anak-anak yang mempertaruhkan nyawanya dijalanan untuk mencari sesuap nasi. Disaat mereka lari berhamburan dikejar Pamong dalam penertiban, disaat mereka kehabisan suara karena menyanyikan lagu tanpa nada, disaat mereka mengusap keringat dibawah teriknya matahari siang, disaat mereka sedih melihat anak-anak lain bermain dan bercanda dengan orang tuanya. Kapan mereka bisa merasakan hal yang sama dengan anak-anak Indonesia lainnya.
Semoga Anak-anak jalanan yang ada di Kota Padang bisa merasakan kenikmatan bercanda dan bermain bersama dengan teman-teman mereka, dan merasakan kehidupan yang layak untuk masa yang akan datang.


SELAMAT HARI ANAK INDONESIA.
Untuk semua Anak Jalanan yang ada di seluruh Indonesia dan untuk anak jalanan yang ada di Kota Padang ; RTH Imam Bonjol, Jl. A. Yani, Perempatan SMU 1, Simpang 4 Bypass Lubeg, Jln. Khatib Sulaiman dan beberapa titik lainnya di Kota Padang. Semoga selalu dilindungi oleh yang maha kuasa. ..............Salam jalanan


Asmaul Husna hanya 13

22 Juli 2008


Kalau anda biasanya jalan disepanjang pantai padang khususnya kearah Hotel Nuansa, mungkin anda sudah tidak menggubris lagi adanya papan-papan dari besi yang tertancap di tengah posisi taman jalan yang bertuliskan Asmaul Husna. Selama ini juga tidak terbesit dipikiran “kenapa asmaul husna tersebut hanya sampai angka 13.

Nggk tau kenapa, apakah karena kehabisan dana, atau penerapan sendi-sendi islam yang masih setengah-setengan atau di sepanjang Pantai padang setannya pada complain ama pemasangan nama-nama Allah tersebut, makanya terhenti sampai angka. Maklum di sepanjang Pantai Padang saat ini masih bercokol warung kelambu tempat mangkalnya muda mudi untuk ngejar setoran pacaran…pantai padang kan murah meriah, cuman 10 ribu dapet teh botol bisa duduk berjam-jam ampe ekor panas di tempat yang tertutup, bisa ngapa-ngapain plus jaminan kemanan dari pemilik warung.

Harapan buat pemerintah, jangan cuman jadi symbol aja dong…Asmaul husna nya….kita malu sebagai umat..masa’ iya nama Allah disandingkan dengan tempat-tempat maksiat terselubung. Dan yang terakhir, Asmaul Husna-nya tolong dilanjutin, masa nama Allah cuman diakui ada 13…hmmm

Ketertiban Kota Vs Nyari Biaya Hidup Untuk Sehari

Ini pemandangan yang biasa kita jumpai di RTH Imam Bonjol, Pol PP menjalankan tugasnya untuk menertibkan suasana taman supaya nyaman di nikmati oleh pengunjung. Hal ini berdampak langsung terhadap anak-anak jalanan yang ada di kawasan ini, jika udah dijagain...mereka nggk bisa beraksi nyari duit dengan ngamen...."Susah bang kalau lah ado pamong, ndak bisa manga-mnga wak lai do". Akhirnya mereka nyari lokasi lain buat ngamen seperti di perempatan SMU 1 atau di Perempatan By Pass Lubeg. inilah potret kehidupan jalanan yang bisa kita temui di kota Padang

Pohon langka di sebuah objek Pariwisata terkemuka


Photo ini diambil tanggal 22 Juli 2008 pukul 17.10 WIB, pohon kelapa ini telah bercokol cukup lama dengan posisi sujud disebuah objek pariwisata yang katanya jadi salah satu ikon pariwisatanya Kota Padang.... Ada apa dengan Dinas Pertamanan atau Dinas Pariwisata...apakah ini yang akan kita jual ke Turis-turis mancanegara. Kasih komentar anda ............

Pabrikan Motor Terkemuka Ngeluarin Varian Terbaru


INOVASI TIADA HENTI
Hasil penelusuran sebuah majalah motor nomor wahid di Kota Padang, didapatkan berita terbaru dari sebuah pabrikan motor terkemuka di Indonesia. Disinyalir mereka tengah merancang motor gede dengan spek dan kapasitas mesin yang cukup besar. Kenyamanan pun menjadi hal utama, dengan menambah satu roda tambahan dan tempat boncenger. Sehingga motor ini cocok dipakai untuk harian dan juga untuk membawa si do'i. Hal ini di iyakan oleh salah seorang test rider yang sudah mencoba menaiki dan menggunakan motor ini, " Enak, kayak nggk naikin motor, kekuatannya ngelebihin motor biasa....3 kali lipat malahan....pokoknya yang nggk beli dijamin rugi deh, bisa digunain buat macem-macem". Kata-kata "Inovasi Tiada Henti" emang cocok buat pabrikan ini....salut buat ide kreatipnya buat nelurin motor yang mempunyai manfaat lebih bagi pengendara.
Motor tersebut direncanakan akan di launching pada awal September bertepatan dengan masuknya bulan puasa, hal ini dikarenakan banyaknya permintaan konsumen untuk kebutuhan harian dan kebutuhan usaha yang bisa terpenuhi oleh motor teranyar dari pabrikan tersebut.
Harganya pun dijamin lebih murah dari pabrikan motor lain, harga of the road-nya dipatok sebesar Rp. 16.000.000,- sudah termasuk pengurusan izin KIR dari Dinas Pehubungan. Dan untuk perpanjangan KIR tidak dipungut biaya lagi karena harga sudah termasuk biaya KIR selama motor masih layak pakai (seumur hidup tuh motor).
Setelah dikonfirmasi ke beberapa instansi yang nantinya akan memiliki hubungan dengan proses launching motor terbaru ini seperti Dinas Perhubungan dan dari Kepolisian, mereka menyatakan belum mendapatkan konfirmasi dari Pabrikan tersebut. Akan tetapi bagi pembaca yang budiman diharapkan untuk bersabar menunggu dikarenakan motor ini telah dipakai oleh beberapa testrider yang disebar di beberapa kota di Sumatera Barat, dijamin aman, boleh jalan di jalanan protokol, bebas tilang dan bebas perpanjangan KIR.
Tunggu dan saksikan Launching Perdana Motor Terbaru.....INOVASI TIADA HENTI