Tampilkan postingan dengan label pemikiran dejavu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemikiran dejavu. Tampilkan semua postingan

Ahmad Wira - Tausiyah Ramadhan 1441 H Secara Virtual

21 April 2020


Dalam masa penanggulangan dampak pendemi Covid 19 ini, semua orang harus mulai turun tangan dan memberikan manfaat di segala bidang. 

Saat ini Sumatera Barat sudah menjalankan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang mulai dilaksanakan pada hari rabu tgl 22 April 2020. Hal ini tentunya akan memberikan dampak terhadap kegiatan masyarakat dalam bersosialisasi dalam keseharian. Semua sudah diberikan batasan, mulai dari tempat bekerja, penumpang kendaraan, sampai dengan pelaksanaan ibadah juga sudah diatur. Pembatasan ini bukan dalam rangka mengambil hak azasi kita dan hak beragama kita sebagai seorang makhluk ciptaan Allah SWT, akan tetapi ini menjadi salah satu ikhtiar yang dilakukan oleh Pemerintah agar dampak penularan dari Corona ini bisa diminimalisir dan kita semua bisa dijauhkan dari segala marabahaya. MUI Sumbar yang menjadi referensi utama Umat Islam untuk mendapatkan fatwa dan nasehat terkait kegiatan beragama juga sudah mengeluarkan beberapa tausiyah yang mendukung program-program yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah khususnya di Sumatera Barat. 

1 Ramadhan 1441 H yang jatuh pada tanggal 24 April 2020 (Sesuai Kalender) tentunya akan terdampak oleh pandemi covid 19 ini. Umat muslim diminta untuk melaksanakan ibadah di rumah masing-masing, tidak ada lagi keriuhan Tarawih malam, tidak ada lagi Subuh Berjamaah yang dipenuhi oleh Ummat. Semuanya dilaksanakan dirumah masing-masing.

Buya Diflaizar - Ceramah Ramadhan Virtual 1441 H


Hari ini semua negara di dunia ini sedang dirundung duka karena dampak Pandemi Covid 19, begitu juga dengan Indonesia. Terkhusus dengan Sumatera Barat yang saat ini telah menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) atau Semi Lockdown. Hal ini menjadi sebuah langkah ikhitiar yang dilaksanakan oleh pemerintah agar penularan Covid 19 ini bisa diminimalisir.

Pemerintah Provinsi pun telah mengeluarkan beberapa aturan dan panduan terkait dengan proses PSBB tersebut. Salah satu yang menjadi latar belakang tulisan ini adalah, surat dibawah ini.

Covid 19 : Nggak Perlu Takut Vs Pandemi dan Lockdown di Dunia

26 Maret 2020


Optimistis yang tergambar dari video ini memberikan semangat baru dan juga pemahaman baru bagi penonton video tersebut dalam menyikapi pandemi covid 19 ini. Ternyata dari paparan tersebut, virus covid 19 sama dengan virus lainnya, sehingga tidak ada yang perlu ditakutkan. Penularannya memang cepat akan tetapi tidak akan berpengaruh kepada individu yang memiliki imun yang kuat. Banyak statement optimisme yang disampaikan, sehingga bisa disimpulkan Covid 19 hanyalah VIRUS BARU YANG BIASA.

Dari 3 video tersebut, terus terang ada jawaban atas kegelisahan, dan juga kegalauan yang selama ini mendera pemikiran, akan tetapi ada yang lebih menakutkan ketimbang optimisme tersebut........

Spirit LALAI ditakutkan akan muncul setelah melihat video ini......, sama TB, Asma dll yang lebih mematikan kita santuy saja, kenapa dengan covid 19 ini harus takut. Pada akhirnya semua orang akan mulai menanggapi hal ini dengan ketenangan yang hakiki.

Keluar rumah, nongkrong seru dengan sohib, bikin kegiatan-kegiatan keramaian seperti biasa dan banyak hal lain yang secara instruksi akan terabaikan. 

Mungkin karena beliau (Pak Indro) memang sudah ahli dibidangnya, sehingga ada kesan menganggap pandemi ini disebabkan oleh virus yang biasa, dan yang lebih bikin nggk asik itu adalah....angka 3 persen yang disampaikan di 3 video tersebut menyatakan bahwa..... TENANG BRO, CUMAN 3% Yang Meninggal ..... Lu Tinggal Pilih Hidup di Garis Yang Mana.

“COVID 19, Berikhtiarlah Memutus Rantai Penularan”

19 Maret 2020

Covid 19 merupakan musibah dan cobaan bagi kita semua, arahan ulil amri sudah jelas, kita menjauh dari keramaian, social distancing (jaga jarak), jangan keluar rumah jika tidak terlau penting agar penularan virus bisa dimitigasi. Malahan sudah ada beberapa pemerintah daerah yang mengeluarkan keputusan untuk pelaksanaan sekolah di rumah, banyak perusahaan yang melaksanakan skema work from home dan banyak hal lainnya 

Beberapa peneliti juga sudah memberikan hitung-hitungan terkait puncak kasus yang akan terjadi di bulan April ataupun bulan Mei karena mitigasi yang kita laksanakan hari ini tidak maksimal (diprediksi sampai di angka 8 ribuan kasus).

Apakah kita TAKUT, tentunya TIDAK….karena dari beberapa statement netizen yg menyatakan bahwa Malaikat izrail sudah punya daftar nama orang yang akan dicabutnya, takdir itu milik Allah, nggk usah takut dengan virus yang super kecil ketimbang Allah yang maha besar, semuanya benar.
Akan tetapi untuk kasus ini, sepertinya selain bertawakal kita tentunya harus berikhtiar. Penularan virus ini massif dan terjadi bukan hanya di Indonesia, tapi diseluruh dunia. Kita bukan takut, tapi memitigasi dan berikhtiar agar dijauhkan dari musibah rasanya lebih bermanfaat ketimbang kita lalai menafsirkan arahan kebijakan penanggulangan virus ini.

JIka memang dengan merubah pola community actifities kita akan bisa mengurangi dampak penularan, kenapa tidak. 

KONVERSIKAH BANK NAGARI

20 September 2018


Merujuk pemberitaan pada bulan Juli 2018 yang diturunkan oleh Republika mengenai perintah dari pemegang saham utama/inti Bank Nagari yaitu Gubernur Sumatera Barat kepada Direksi untuk segera melaksanakan proses konversi menjadi Bank Syariah. Secara Tegas Gubernur Sumbar sudah menyampaikan bahwa seluruh pemegang saham yang merupakan pemerintah daerah kota/kabupaten serta Pemerintah Propinsi Sumatera Barat telah bersepakat untuk menjadikan Bank Nagari yang saat ini menjalankan konsep konvensional untuk secara total beroperasi sesuai dengan konsep syariah. 

Selaian  pemegang saham, para cendekiawan muslim yang terhimpun dalam ICMI juga menyatakan dukungan agar Bank Nagari bisa menterjemahkan falsafah hidup masyarakat minang " Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah" kedalam sendi perekonomian daerah yang dikelola oleh Bank Urang Awak ini. 

Bukan itu saja, tertanggal 16 September 2018 telah dihasilkan keputusan Muzakarah Ulama Sumatera Barat yang dilaksanakan di negeri Serambi Mekkah "Padang Panjang" yang tanpa diduga seharusnya memberikan kekuatan baru bagi manajemen Bank Nagari untuk melaksanakan proses konversi. Pada point 8 keputusan tersebut berbunyi " Peserta Muzakarah mendorong pemerintah provinsi Sumatera Barat dan kabupaten/kota se-Sumatera Barat untuk mengkonversi BPD Sumatera Barat (Bank Nagari) menjadi bank yang menggunakan sistem syari'ah (BPD/Bank Nagari Syariah).
Bank Aceh Syariah sudah berhasil melaksanakan konversi pada tanggal 19 September 2016 dan menjadi satu-satunya Bank Umum yang berhasil merubah sistem konvensional menjadi bank yang melaksanakan sistem syariah, hal ini tidak terlepas dari dukungan seluruh masyarakat, pemerintah dan juga manajamen Bank. Dan Tahun ini menyusul Bank NTB akan melaksanakan proses konversi setelah menjalani proses yang cukup panjang, dan NTB juga bisa melaksanakan ini karena dukungan dari seluruh pihak. 

Tahun 2023,  menjadi batas akhir  Unit Usaha Syariah Bank Nagari beroperasi, hal ini tertuang dalam Undang-undang No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Lima tahun bukanlah waktu yang lama, sehingga keseriusan dan keteguhan hati seluruh stake holder diharapkan bisa mempercepat proses ini menjadi kenyataan.

Mengutip statement Tuan Guru Bajang menjawab pertanyaan regulator saat RUPS pembahasan konversi Bank NTB " Sejak kapan perintah Allah itu di survey" menjadi sebuah statement yang patut dipertimbangkan Bank Nagari dalam mengambil langkah persiapan. 

Dari beberapa diskusi yang bergulir, seharusnya saat ini Bank Nagari mengambil langkah Sosialisasi dan Edukasi kepada masyarakat Sumatera Barat  terkait dengan langkah konversi yang akan dilaksanakan. Setelah Roadshow Konversi ke berbagai daerah di Sumatera Barat terlaksana, diharapkan pemahaman dan keberminatan masyarakat Sumbar terhadap beralihnya konsep Bank Nagari ini bisa diterima sepenuhnya. Setelah itu barulah dilaksanakan Survey Preferensi terhadap tingkat pemahaman kepada nasabah existing Bank Nagari, agar ketakutan manajemen terkait dengan berpindahnya nasabah existing secara besar-besaran bisa dibendung dari awal.

Hal ini telah dilakukan oleh Bank Aceh pada proses yang mereka lalui, hal pertama yang dilakukan adalah memberikan edukasi dan pemahaman secara komprehensif kepada seluruh karyawan dan pejabat dilingkungan Bank Aceh terkait proses Konversi yang akan dilaksanakan. SDM bank merupakan tolak ukur awal sukses atau tidaknya proses ini, karena secara tidak langsung dipastikan banyak terjadi pro dan kontra yang mengikuti keputusan konversi. Bank Aceh menjalankan proses ini melalui kegiatan-kegiatan santai seperti morning briefing dan kegiatan-kegiatan internal lainnya, sehingga pada akhirnya kegiatan  ini memberikan kontribusi significant pada proses konversi.

Setelah itu baru diadakan sosialisasi dan pemahaman kepada nasabah, baik melalui karyawan ataupun kegiatan-kegiatan roadshow lainnya. Dari alur sosialisasi dan edukasi yang dilaksanakan barulah dilakukan survey preferensi, yang menghasilkan data significant di angka 90%-an (nasabah yang setuju Bank aceh Konvensional dikonversi menjadi Bank Aceh Syariah).

Keinginan dan dukungan telah bergulir dari tahun 2016 yang lalu agar Bank Nagari mengambil sikap untuk memilih opsi Spin Off atau konversi, yang pada akhirnya pemegang saham untuk memilih opsi Konversi.   

Rasanya kekuatan dan harapan sudah tertuang sangat  besar bagi Bank Nagari untuk bisa memberikan ruang kebahagian bagi masyarakat Sumatera Barat yang berkeinginan perekonomian daerahnya di kelola sesuai dengan falsafah yang melekat dalam ruang hidup urang minang ini. Bank Nagari Syariah adalah sebuah keniscayaan, setelah dukungan dari pemangku kepentingan telah diperoleh. Hanya kemauan dan keinginan manajemen yang diminta secara cepat dan tepat untuk bisa segera mengeksekusi perintah dari pemegang saham ini.  

Semoga dijauhkan dari  "tarandam randam indak basah, tarapuang apuang indak hanyuik" dan berharap semoga "Niniak moyang di duo koto, mambuek barih jo balabeh, Bulek dek tuah lah sakato, nak tantu hinggo jo bateh"  

CATATAN PENGHUNI BUKIT ILMU

19 Desember 2017

Masih teringat diskusi yang dilaksanakan di warung A+ di sekitaran Anduring sekitar setahun yang lalu yang dihadiri petinggi lembaga mahasiswa Manajemen Perbankan Syariah, Ekonomi Islam dan dari lembaga mahasiswa fakultas FEBI. Diskusi ini diawali dengan informasi kepindahan kampus FEBI dari Lubuk Lintah Ke Sungai Bangek. Mahasiswa mengeluhkan ketidaksiapan mereka untuk menghadapi suasana baru dan tantangan baru di lokasi yang cukup jauh dari pusat kota Padang itu.

Sebagai alumni yang pernah merasakan hidup menjadi seorang mahasiswa di kawasan Lubuk Lintah, Kampung Kalawi, Anduring dan sekitarnya, hal ini lumrah dirasakan, karena Lubuk Lintah terasa nyaman dan ramah baik dari sisi kantong mahasiswa dan juga dari sisi proses menjalani hidup jauh dari orang tua. Mulai dari tempat kost, kebutuhan makan, akses ke pasar raya dan kebutuhan lain sangat ringan dan mudah di akses di lokasi ini.

Saat ini sudah setahun lebih mahasiwa FEBI menikmati kampus baru yang berada di puncak bukik itu, tentunya dengan beberapa keluhan yang sampai saat ini belum mendapatkan solusi. Kata kuncinya hanyalah kesabaran, sehingga kawan-kawan mahasiswa FEBI masih tabah menikmati kesendiriannya di puncak bukit ini. Unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasipun ternyata  pernah dijalani untuk meminta kejelasan dari berbagai kekurangan yang mereka hadapi, akan tetapi masih belum membuahkan hasil.

Antara SOP dan Kebijakan

24 November 2014

Ini berawal dari cerita ngalor ngidul saya dengan salah seorang kawan disaat "memanas manasi motor"  yang akan dipakai pulang kantor. Dengan wajah yang sedikit buram, kawan ini berceloteh (seperti burung dipagihari yang disirami hujan lebat dari langit) bahwa dia nggk suka dengan keputusan keputusan yang dikeluarkan oleh bos nya, kenapa semua urusan dikaitkan dengan SOP, semua dikaitkan dengan aturan sehingga kawan ini nggk bisa menjalankan inisiatifnya dalam bekerja.

Saya mencoba sedikit memberikan saran dan berharap ada sedikit ketenangan yang bisa dirasakan kawan ini, dan saya juga beranggapan bahwa memang ada sedikit kekeliruan jika sebuah organisasi perusahaan secara idealis menjalankan perusahaannya dengan hanya mengandalkan SOP dan tidak bisa melakukan inisiatif dalam mengambil keputusan yang berada di ranah yang sedikit melenceng dari SOP.

Kebijakan merupakan salah satu instrumen penting dalam menjalankan organisasi perusahaan, kebijakan menjadi sebuah kekuatan tersendiri dari seorang pimpinan agar bisa selalu berada pada posisi yang benar benar dianggap sebagai seorang pemimpin. Seorang pemimpin akan dirasakan keberadaannya ditengah bawahan  jika pemimpin tersebut memiliki kekuatan untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat, nah jika ada kondisi yang akan bertolak belakang atau menyerempet ke arah yang sedikit lari dari SOP sedangkan keputusan harus diambil cepat maka disinilah fungsi Kebijakan diharapkan bisa menyelesaikan pertikaian mengenai langgar vs patuh. Secara konsep, kebijakan bisa diambil jika tidak akan mengakibatkan kerugian dan menjerumuskan perusahaan ke arah yang tidak baik ke depannya, sehingga efek dari sebuah kebijakan tidak akan terlalu merusak tatanan perusahaan.

Bagi saya, jika hanya mengandalkan SOP.....saya pikir semua orang pasti bisa menjalankan perusahaan tanpa pemimpin, karena aturan yang diberikan dalam SOP sudah bisa dijalankan tanpa peran pemimpin. Gaji yang besar dan juga tunjangan yang diberikan lebih dibandingkan dengan karyawan biasa menjadi sebuah instrumen tambahan bagi seorang pemimpin untuk memerankan posisinya dalam memutuskan kebijakan yang harus dilakukan dalam organisasi.

Setelah diskusi alot tersebut, saya dengan kawan ini kembali dibingungkan lagi dengan diakusi baru mengenai kebijakan yang harus kami ambil untuk segera pulang, karena hujan mulai turun dan memperlihatkan kemungkinan redanya lama. Jika mengikuti SOP yang ada, kami harus menunggu hujan berhenti dulu baru kami bergerak pulang, akan tetapi kebijakan harus diambil, kalau tetap menunggu, kemungkinan besar kemalaman pulangnya, jika tetap jalan, kami tidak memiliki raincoat/mantel untuk menghindari basah. Disini peran dan sosok jiwa kepemimpinan bisa dilatih, apa keputusan yang harus diambil dengan catatan resiko kegiatan yang lebih minim sehinga tidak mengakibatkan kerugian.

Akhirnya kami mengambil kesepakatan dan keputusan untuk segera melanjutkan perjalanan dan berharap tidak terlalu basah kuyup sampai kerumah, sehingga kondisi badan kami bisa lumayan stabil nantinya, tentunya dengan beberapa catatan penting yang harus dilakukan jika sudah sampai di rumah....seperti harus langsung mandi, minum teh panas dan kalau bisa dilanjutkan dengan mengisi wilayah tengah agar tidak masuk angin karena perut kosong. 

Beberapa hal tadi sudah bisa kita kaitkan kepada sebuah alur proses dalam mengambil keputusan yang berada diluar jalur ketetapan yang ada.

Prestasi Vs Koneksi

30 Oktober 2014

Kemaren saya membaca status teman facebooker saya yang juga kebetulan memiliki bidang pekerjaan yang sama dengan saya. Statusnya sama dengan yang selalu saya sampaikan ke rekan rekan saya di dunia kerja, itu hanya berlaku kepada perusahaan yang tidak serius dan belum maksimal menjalankan GCG dengan baik dan benar.

Statusnya berbunyi seperti ini "Kerja dengan dukungan kemampuan ilmu dan pengetahuan hasilnya prestasi belum tentu promosi, kerja dengan dukungan pendekatan dan kolusi hasil pasti adalah promosi dan prestasi pun mati"

Perusahaan yang telah memiliki budaya kerja yang mengakar ke bawah dengan konsep yang mengedepankan koneksi sudah bisa dipastikan akan mengalami kemunduran dalam hal proses percepatan usaha dan dalam mencapai target target yang telah ditetapkan oleh perusahaan tersebut.

Karena semua dilakukan tanpa pertimbangan yang matang, sehingga konsep "wrong man in the wrong places" akan sering terjadi. Sudah bisa dibayangkan kondisi yang akan terjadi di perusahaan tersebut, pola pekerjaan yang tidak jelas, manajer lini yang tidak memiliki integritas dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya. 

Kondisi ini lazim terjadi pada perusahaan yang belum memiliki sistem yang baik dalam pengelolaan SDM, padahal SDM merupakan aset terbesar sebuah persuahaan, apalagi perusahaan jasa. Konsep dasar dalam mengelola dan memberikan motivasi kepada SDM pada sebuah perusahaan adalah "Reward & Punishment", hal ini yang bisa dipastikan tidak akan ditemui pada perusahaan yang berakar budaya yang salah seperti status diatas.

Mencontohkan Lebih Baik Daripada Mengatakan

Bingung nyari kata kata yang cocok buat judul diatas, masih terkesan kaku sih....hmmm 

OK...kita mulai, saya mau membahas judul yang saya bikin diatas, yang saya maksud adalah....kalau kita mau memberitahukan kepada orang lain sebuah peraturan, maka kita juga bertanggung jawab untuk mengerjakan apa yang telah diatur tersebut.

Masih bingung kan.....huffff!!!!! Saya juga bingung ngungkapinnya.....

Jadi begini, anggap saja saya seorang pemimpin di sebuah perusahaan, untuk mengatur agar perusahaan tersebut tetap berjalan sesuai dengan Koridornya, maka saya membuat beberapa peraturan yang harus dijalankan oleh karyawan saya.

"Kepada seluruh bawahan ( sambil menengok ke bawah, dengan kacamata yang juga diplorotin ke batas hidung bagian yang besar), Anda semua harus mengikuti peraturan yang saya buat.....hmmm... Peraturannya antara lain : jam kerja kita mulai jam 8 tenggo, setelah jam 8 tidak ada lagi yang beraktivitas selain melakukan pekerjaan, istirahat makan siang jam 12-13 atau 1 jam, manfaatkan sebaik baiknya, untuk pejabat level menengah...jika masih ada bawahannya (lagi lagi menengok ke bawah) yang masih bekerja maka Anda harus tunggu ia mereka sampai selesai kecuali hal tersebut bisa didiskusikan", demikian peraturan awal. Saya mau liat Anda Anda semua bisa menjalankan atau tidak ( kacamata kembali dinaikkan ke posisi semula).

Mencoba Citarasa Baru

27 Oktober 2014

Hmm..... Setelah kurang lebih 6 tahun menulis, sebenarnya saya belum memiliki arah yang jelas terkait cara penyampaian yang harus saya gunakan dalam menyampaikan pemikiran dan ide ide yang ada dalam pikiran saya. 

Untuk ide sih...sudah bisa mengalir....tapi cara penulisan, kadang setelah saya baca baca kembali....kayaknya sedikit kaku dan terkadang terlalu formal. Setelah membaca beberapa blog milik bloger kelas nasional, baik yang kocak, serius, kritis, dan lain lain, saya bisa menyimpulkan satu hal. Ngeblog haruslah dari hati, dan apa yang terpikirkan, sampaikan saja apa adanya, dan sebaiknya gunakan bahasa yang mudah dimengerti sehingga para pembaca setia kita bisa menghayati cerita tersebut langsung masuk dalam pikiran mereka.

Intinya, kali blog yang akan dikembangkan bersifat curhatan, pemikiran, dan hal hal yang tidak berbau ilmiah, sebaiknya gunakan bahasa ...minimal bahasa sesuai umur kamu saat ini, atau sesuai dengan target pembaca yang kamu inginkan...

Sekarang coba lihat kata kata saya diatas, sedikit kaku dan saya pikir kalau ada anak gehol yang membaca ini, pasti akan langsung pindah ke tab berikutnya. 

Oleh karena itulah......(Hmm....masih agak kaku.....tapi nggak apa apa, minimal ini terakhir saya Nulis begini di blog ini) mulai dengan tulisan saya selanjutnya, saya akan mencoba tata cara penulisan dan gaya Nulis saya supaya bisa enak dibaca dan gampang dipahami.

Pesta Rakyat Pertama

21 Oktober 2014

Kemaren....seluruh mata masyarakat yang memiliki televisi di rumahnya (itupun yang peduli...tapi kayaknya banyak yang nggk peduli karena sibuk nyari kehidupan) tertuju pada prosesi pelantikan Presiden ketujuh negeri ini. Jokowidodo dan JK menjadi Presiden ke tujuh dan wakil Presiden ke 12 (kayaknya 12,karena nggk pernah ngitung) Republik Indonesia.

Banyak tradisi baru yang terjadi pada pelantikan kali ini,mulai dari pesta rakyat sampai acara pisah sambut kenegaraan di istana merdeka. Seluruh rakyat Indonesia tumpah ruah di sepanjang jalan Sudirman untuk menyambut pemimpin baru ....di sepanjang jalan disiapkan makanan gratis yang katanya disediakan oleh simpatisan dan rakyat yang ingin berpartisipasi pada acara ini.
Di Monas juga sudah disiapkan acara pesta yang akan menampilkan artis ibukota dan luar negeri seperti Arkarna.

Leadership

19 Maret 2013

Saya pernah membaca sebuah kata, yang waktu itu memberikan makna yang bisa mengapresiasikan kondisi yang saya alami.

" Leadership itu adalah Tindakan bukanlah Jabatan " 

Kata ini sebenarnya sudah lama saya baca, akan tetapi kembali menjadi bahan pemikiran bagi saya untuk bisa memposisikan diri saya pada saat ini pada posisi yang sebenarnya.

Dengan kata ini, saya bisa menilai dengan sendiri bagaimana teknik dan cara seseorang untuk bisa memiliki jiwa kepemimpinan. Tidak semua pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan, dan tidak semua pemimpin yang bisa memimpin. Kondisi ini sudah bisa saya buktikan pada suasana real yang saya alami dalam kehidupan saya, baik di dunia kerja, organisasi maupun keseharian.

Pemimpin yang baik adalah, pemimpin yang mau mendengarkan bawahannya......pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menjadi pengayom bagi anak buahnya...........pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak menghindari konflik, akan tetapi menyelesaikan konflik yang ada.......pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menghilangkan sekat antara kasta2 yang ada.....dan banyak lagi konsep2 kepemimpinan yang menjadikan kata leadership ini memiliki arti yang sangat luas.

Pada dasarnya, tidak satupun orang yang mau menyebut seorang individu sebagai pemimpin jika individu tersebut tidak layak menyandang gelar tersebut, sehingga tidak satu posisi pun yang akan membuat kita menjadi seorang pemimpin.Orang-orang akan lebih menghormati dan menghargai orang-orang yang mereka percaya, seperti kata pepatah people follow people, not position ...maka mulailah mencari posisi penting dalam hidup anda, jadilah teladan, memberikan inspirasi kepada orang lain, ketegasan dan hal2 positif lainnya. 

8 tahun

14 Maret 2013

Hari ini, 8 tahun yg lalu, saya dan beberapa rekan2 saya di perusahaan tempat saya bekerja saat ini melakukan penanda tangan surat perjanjian kerja. Sebuah kesempatan yng cukup besar telah saya dapatkan, karena perjuangan untuk mendapatkan pekerjaan ini cukup memakan energi dan waktu, karena proses rekrutmennya sampai 8 bulan

Saya masuk dalam gelombang pertama dalam penerimaan karyawan ditahun tersebut, rentang waktu penerimaan karyawan besar2an diwaktu itu hanya dilakukan 6 tahun sebelumnya, yaitu tahun 1999..jadi kesempatan ini menjadi sebuah kesempatan yang sangat ditunggu2 oleh beberapa orang, termasuk saya...tentunya

MOTIVATOR

13 Maret 2013

Saat ini banyak sekali seminar-seminar yang diadakan di berbagai daerah-daerah dengan mendatangkan "yang katanya" motivator2 handal untuk bisa memberikan ceramah-ceramah yang keren mengenai kehidupan, bisnis, spritual, dan hal lainnya. Banyak juga orang yang secara antusias  ikut serta dalam seminar tersebut, dikarenakan ada iming-iming bisa meningkatkan kreatifitas lah, bisa menambah sprit berusaha lah, dan banyak hal positif lainnya yang dijual oleh para seminator-seminator tersebut. Hal ini tidaklah salah, saya melihat kondisi ini merupakan sebuah keinginan dari setiap individu untuk menambah semangat diri mereka untuk melakukan hal-hal positif bagi kehidupannya. Dan "yang katanya" motivator menjadi orang-orang yang memberikan semangat dan spirit tersebut dengan menceritakan berbagai kondisi-kondisi di kehidupannya ataupun cerita-cerita  inspiratif lainnya.

Saya pernah mengikuti pelatihan/training ESQ yang menjual jalan 165....yang mendekatkan diri pesertanya untuk lebih dekat dengan khalik dan juga ajaran-ajaran agama islam. Saya rasa pelatihan tersebut sangatlah bagus bagi pembangunan karakter dan jiwa para pasertanya, akan tetapi.....hal ini kembali lagi kepada individu yang mengikuti kegiatan tersebut. Apakah mereka bisa mengikuti kegiatan tersebut dengan keyakinan dan kesungguh-sungguhan. Saya melihat banyak peserta disaat dilakukannya muhasabah, mereka menangis terisak-isak dan malahan ada juga yang berteriak-teriak.......akan tetapi disaat istirahat siang, mereka kembali ke jati dirinya masing-masing, ada yang merokok, tertawa-tawa, malahan ada juga yang tidak ikut sholat zuhur. Giliran diajak muhasabah, ramai-ramai mengeluarkan isak tangis ..... giliran kembali ke kehidupan nyata, mereka juga kembali ke tabiat awalnya. Dan biasanya, pengaruh training ESQ yang diikuti para pesertanya hanya akan bertahan 3 hari, setelah itu mereka akan kembali kepada kebiasaan yang telah lumrah mereka kerjakan....training tinggal training.

Hal ini cukup menjadi perhatian bagi saya, bahwa saya bisa mengkategorikan seorang motivator menjadi seseorang yang harus memiliki peranan yang sangat penting dalam menceritakan sebuah cerita-cerita motivasi, dan jika para peserta dari training tersebut bisa berubah dalam jangka waktu yang panjang maka mereka bisa dikategorikan sebagai seorang motivator yang unggul.

Akan tetapi ada hal lain yang menjadi pemikiran bagi saya, apakah mereka layak menyebut diri mereka sebagai seorang motivator, apakah mereka nyaman dengan penggunaan kata motivator dalam embel-embel namanya.

Motivator kalau diartikan secara "bodoh" saja memiliki arti sebagai "pemberi motivasi"..........kalo bagi saya, orang yang sering menyebut nama mereka sebagai motivator lebih cocok dipanggil sebagai "orang yang menyampaikan cerita-cerita motivasi".

Karena Motivator yang sesungguhnya dalam hidup ini adalah " DIRI KITA SENDIRI ", tidak akan ada orang yang bisa menggerakkan motivasi orang lain selai diri individu itu sendiri. Jadi penggunaan kata motivator saya kira sudah tidak relevan dalam kondisi hidup saat ini.

Orang-orang yang mau berkembang dan bangkit dari keterpurukan harus memiliki motivasi sendiri untuk bisa merubah hidupnya, dan yang mejadi alasan mereka termotivasi bisa jadi karena kegagalan yang pernah mereka alami. Orang yang tidak memiliki pekerjaan harus memiliki motivasi diri untuk melangkahkan kakinya mencari peluang-peluang pekerjaan, dan yang akan menjadi alasan mereka termotivasi bisa jadi karena harus menghidupi keluarga besarnya. Para marketing di perusahaan harus memiliki motivasi sendiri kenapa mereka harus mencapai target yang ditetapkan perusahaan, dan perusahaan hanya memberikan jalan mereka menemukan motivasi mereka sendiri, bisa jadi karena mereka akan diberikan reward, bisa jadi mereka akan diberikan jenjang karir yang bagus.

Jadi secara konsep, motivasi akan muncul karena berbagai alasan. Alasan kenapa seseorang termotivasi menjadi sebuah alat untuk membangkitkan perasaan tersebut, dan di ranah inilah seorang motivator bekerja. Apabila alasan tersebut sudah ditetapkan oleh seorang individu maka barulah sebuah alur motivasi tersebut bekerja, sehingga bisa kita pastikan bahwa motivasi datang dari diri sendiri, bukanlah dari orang lain. 

Kesimpualannya MOTIVATOR SEJATI adalah DIRI SENDIRI



Your job is not your career

11 Maret 2013


Saya pernah membaca judul sebuah buku seperti judul pada blog ini, saya tidak sempat membaca ke dalam halaman2 selanjutnya, akan tetapi saya bisa memahami apa yang menjadi maksud dari  judul tersebut. Judul ini sepertinya membawa sebuah pemaparan yang mengarah kepada diri saya sendiri....makanya saya terTarik untuk membahas judul tersebut.

Pekerjaanmu bukanlah karirmu......hal ini pernah diutarakan oleh salah seorang adik dari orangtua saya...pekerjaan yang dijalankan sekarang jadikanlah sebagai sebuah prestise saja, tempat kita mencari uang lebih terbentang luas di luar sana. Pekerjaan hanya menjadi status, dan tempat mencari uang jangan di tempat kita bekerja...karena rata2, orang yang bekerja hanya mengharapkan gaji rutin secara bulanan, sehingga....kalau kita mau kaya dari hasil bekerja di sebuah perusahaan, maka kita harus mencari jalan yang terkadang mengarah kepada hal2 yang akan melawan hukum.

Saya saat ini bekerja di sebuah perusahaan lokal yang cukup bagus dan dipandang sebagai pegawai yang mapan....akan tetapi saya berpikir bahwa tempat saya bekerja sekarang bukanlah pekerjaan yang akan menunjang karir saya, saya mungkin bisa menjadi pejabat di kantor ini, tapi dari beberapa diskusi yang saya lakukan dengan beberapa orang, termasuk orang tua saya...jabatan itu hanya sebuah titipan, kalau kita tidak bisa mempertanggungjawabkan jabatan yang kita emban, maka ....bukan manfaat yang akan kita terima akan tetapi kemudharatan. Makanya saya sudah mulai bertekad untuk tidak mengejar hal yang akan secara tidak langsung memberikan kemudharatan kepada saya.

Saya lebih suka dengan keleluasaan saya melakukan pekerjaan saat ini, tidak punya beban dan lebih mengarah kepada hobi yang selama ini saya tekuni yaitu "sosial"....karena saya bisa membantu konsumen saya untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam menjalankan usahanya, sebuah jalan yang bisa menambah khasanah pemikiran saya terkait dengan karakter2 orang diluar sana.

Saya mencoba beraktifitas di beberapa organisasi kemanusiaan di luar sana, mulai dari palang merah, organisasi kepemudaan sampai dengan organisasi pemerhati hiv/aids...itu semua menjadi sebuah pelampiasan saya dalam mengejar manfaat lain bagi hidup saya.

Saya bertekad "Saya akan sukses jika saya bisa berguna bagi orang lain" , hanya itu parameter kesuksesan yang saya tanamkan di diri saya. Orang yang berlimpah harta belum bisa saya dikategorikan sebagai orang sukses, orang yang memiliki karir cemerlang di perusahaannya juga tidak menjadi sebuah pembuktian sehuah kesuksesan. Akan tetapi, orang yang bisa membangun panti asuhan, membuat rumah sakit, membuat rumah murah, memberikan lapangan pekerjaan, memberikan seluruh harta bendanya di jalan kemanusiaan....itulah orang yang benar2 sukses.

Kaya, hanya sebuah alat untuk bisa menuju kesuksesan yang saya maksud, karena....jika saya kaya, saya bisa membantu orang2 diluar sana lebih banyak lagi dibandingkan jika saya hanya memiliki harta yang tidak terlalu banyak. Sehingga kita akan melandasi semangat mencari uang dengan semangat berbagi kepada yang lain....kalau hal ini kita terapkan, saya pikir...akan banyak orang2 kaya yang mau mendermakan kekayaannya bagi orang lain.

Karir saya bukan di perusahaan ini, tapi diluar sana.......

Carilah karir anda yang sesungguhnya...........................

Demisioner

09 Maret 2013


Hari sabtu minggu lalu tepatnya tgl  02 maret 2013, saya dengan beberapa rekan2 di ksr pmi  markas cabang padang melakukan musyawarah besar untuk melakukan suksesi kepengurusan dan membentuk kepengurusan baru. Kebetulan kepengurusan yang lama telah berjalan lebih kurang 7 tahun, dan ini sudah over limit dari kondisi kepengurusan yang sebenarnya. Dalam penetapan awal, kepengurusan periode yang lama akan habis dengan jangka waktu 5 tahun, akan etapikarenakesiapan dan juga berbagai kesibukan yang di hadapi oleh para pengurus, maka proses suksesi ini tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Hari itu dilakukan proses mubes dengan melakukan agenda seperti pada mubes2 kebanyakan, ada sidang pendahuluan, sidang komisi, sidang paripurna. Hal menjadi sesuatu yanga baru bagi kawan2 di ksr pmi markas, karena sebelumnya, pemilihan dan suksesi kepengurusan hanya dilakukan dengan teknis musyawarah biasa.

Mubes yang kami lakukan ini hanya memakan waktu kurang lebih 3, 5 jam.....sebuah mubes yang tergolong cepat selesainya. Dengan dinamika2 persidangan yang tetap diterapkan dan dengan teknik2 musyawarah yang terus dikedepankan, akhirnya saya dan kawan2 yang telah menjadi pengurus selama kurang labih 7 tahun akhirnya di demisioner dan diganti dengan kepengurusan yang baru...tentunya orang2yang lebih berjiwa muda dan memiliki semangat lebih untuk mengembangkan organisasinya.

Dikepengurusan yang lama saya berada diposisi bendahara umum, penetapan saya menjadi bendahara umum telah saya diprediksikan, hal menyangkut dengan bidang pekerjaan yang sedang saya jalani saat ini. Karena pengalaman itu juga saya sempat ditunjuk menjadi koordinator keuangan tanggap darurat bencana gempa 30 september.

Mudah2an kepengurusan berulang nantinya akan dilantik, bisa menjadikan ksr pmi lebih baik dan berkembang mengikuti perkembangan kegiatan yang ada di kepalang merahan.


HUT


Hari ini ada dua lokasi di kota padang yang sedang memeriahkan ulang tahun instansinya....bank negari yang berulang tahun ke 51 dan sjs plaza berulang tahun yag ke 4....kayaknya masih ada yg berulangtahun dilokasi lain, akan tetapi cuman dua perusahaan ini  yang terpantau bagi saya.

Acara yg diadakan tidak jauh dari jalan santai, perlombaan, dan berbagai macam hiburan lainnya....yang saya heran, dari tahun ke tahun,..acara yang diadakan pasti tidak akan jauh berbeda dengan tahun2 sebelumnya...dengan konsep hiburan. Dan hiburan ini terkadang hanya bisa dinikmati oleh beberapa orang saja, biasanya karyawan, mitra kerja dan beberapa konsumen atau nasabah.

Dalam islam, nabi tidak mengenal HUT atau kalau dalam bahasa arabnya "Milad", akan tetapi setelah nabi meninggal dunia....barulah para sahabat memperingati maulud untuk mengenang semangat dan patriotisme nabi dalam berjuang....makanya sampai hari ini  maulid nabi dijadikan salah satu hari yang selalu diperingati oleh umat islam. Sampai2 pemerintah menjadikannya sebagai hari libur nasional.

Dalam pemikiran saya, milad/ulang tahun seharusnya memiliki spirit untuk membangkitkan rasa syukur dan keinginan untuk melakukan perbaikan di masa yang akan datang...Jangan hanya euforia kesenangan dan kebahagiaan yang dimunculkan, sehingga ulang tahun jangan di identikkan dengan pesta pora . Akan tetapi, ulangtahun harus lebih banyak menampilkan rasa empati dan simpati kepada orang2 yang telah membesarkan perusahaan tersebut. Kegiatan2 sosial harus memiliki porsi 75% dari kegiatan hiburan yang dilaksanakan. Donor darah, anjang sana ke panti asuhan, bedah rumah,  beasiswa, aksi bersih dan kegiatan2 sosial lainnya harus menjadi patokan awal demi mengambil hati orang2 yg telah membesarkan perusahaan tersebut.

Mudah2an tulisan ini bisa menjadi kontribusi positif bagi perusahaan yang ingin melaksanakan ulang tahunnya supaya lebih bermakna dan memiliki nilai jual di mata masyarakat...

Dimulai

07 Maret 2013


Hari ini,  31 tahun yg lalu saya muncul di muka bumi ini....saya orang yang sangat beruntung karena memiliki keluarga yang sangat berkualitas. Kedua orangtua saya orang yang cukup berperan dalam masyarakat, kedua mertua saya juga merupakan orang2 yang memiliki peran penting dalam membangun karakter istri dan anak saya.

Kakak2 saya merupakan orang2 yang sudah bisa memberikan manfaat di tengah2 masyarakat, dan inilah yang menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi kedua orangtua saya. Hari ini saya mau memulai hal baru dalam ranah eksploitasi pemikiran , saya ingin mengeluarkan pendapat, pemikiran, analisa dan hal-hal lain dalam bentuk tulisan....dan blog ini akan menjadi tempat  saya mencurahkan pemikiran tersebut.


Saya termasuk orang yang menjadi korban dari tulisan saya sendiri, karena terlalu kritis dalam mengungkapkan pemikiran....akhirnya ber efek kepada karir dan juga kemaslahatan hidup saya dalam kurun waktu 1 tahun ini...saya harus terpisah dari keluarga dan juga beberapa organisasi yang telah membentuk karakter saya.

Tapi, itulah resiko sebuah tulisan yang dihasilkan dari pemikiran yang kritis......saya harus siap dengan konsekuensinya.. kurang lebih satu tahun saya tidak mengetik kan kata2 keras di blog saya, ini bukan karena takut di intimi dasi...akan tetapi itu semua menjadi sebuah proses pendewasaan dalam menghayati sebuah keputusan. Saya berharap tulisan saya kedepan benar2 bermanfaat bagi orang lain dan tidak dianggap sebagai kritikan yang tidak beralasan.....saya berjuang demi sebuah pemahaman sendiri yang bermanfaat bagi oran lain....kita harus tetap menjaga kemerdekaan kita dalam berpikir dan menyampaikan dalam bentuk tulisan....mudah2an dengan ketegasan tersebut kita bisa menjadi orang2 yang berkarakter...dan bukan menjadi orang2 yang hanya mencari aman dalam kehidupannya.


KERAS BUKAN BERARTI BERONTAK
DIAM BUKAN BERARTI TAKUT



JADILAH MANUSIA BERKARAKTER