Tampilkan postingan dengan label Dejavu 'Ngritik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dejavu 'Ngritik. Tampilkan semua postingan

MOTIVATOR

13 Maret 2013

Saat ini banyak sekali seminar-seminar yang diadakan di berbagai daerah-daerah dengan mendatangkan "yang katanya" motivator2 handal untuk bisa memberikan ceramah-ceramah yang keren mengenai kehidupan, bisnis, spritual, dan hal lainnya. Banyak juga orang yang secara antusias  ikut serta dalam seminar tersebut, dikarenakan ada iming-iming bisa meningkatkan kreatifitas lah, bisa menambah sprit berusaha lah, dan banyak hal positif lainnya yang dijual oleh para seminator-seminator tersebut. Hal ini tidaklah salah, saya melihat kondisi ini merupakan sebuah keinginan dari setiap individu untuk menambah semangat diri mereka untuk melakukan hal-hal positif bagi kehidupannya. Dan "yang katanya" motivator menjadi orang-orang yang memberikan semangat dan spirit tersebut dengan menceritakan berbagai kondisi-kondisi di kehidupannya ataupun cerita-cerita  inspiratif lainnya.

Saya pernah mengikuti pelatihan/training ESQ yang menjual jalan 165....yang mendekatkan diri pesertanya untuk lebih dekat dengan khalik dan juga ajaran-ajaran agama islam. Saya rasa pelatihan tersebut sangatlah bagus bagi pembangunan karakter dan jiwa para pasertanya, akan tetapi.....hal ini kembali lagi kepada individu yang mengikuti kegiatan tersebut. Apakah mereka bisa mengikuti kegiatan tersebut dengan keyakinan dan kesungguh-sungguhan. Saya melihat banyak peserta disaat dilakukannya muhasabah, mereka menangis terisak-isak dan malahan ada juga yang berteriak-teriak.......akan tetapi disaat istirahat siang, mereka kembali ke jati dirinya masing-masing, ada yang merokok, tertawa-tawa, malahan ada juga yang tidak ikut sholat zuhur. Giliran diajak muhasabah, ramai-ramai mengeluarkan isak tangis ..... giliran kembali ke kehidupan nyata, mereka juga kembali ke tabiat awalnya. Dan biasanya, pengaruh training ESQ yang diikuti para pesertanya hanya akan bertahan 3 hari, setelah itu mereka akan kembali kepada kebiasaan yang telah lumrah mereka kerjakan....training tinggal training.

Hal ini cukup menjadi perhatian bagi saya, bahwa saya bisa mengkategorikan seorang motivator menjadi seseorang yang harus memiliki peranan yang sangat penting dalam menceritakan sebuah cerita-cerita motivasi, dan jika para peserta dari training tersebut bisa berubah dalam jangka waktu yang panjang maka mereka bisa dikategorikan sebagai seorang motivator yang unggul.

Akan tetapi ada hal lain yang menjadi pemikiran bagi saya, apakah mereka layak menyebut diri mereka sebagai seorang motivator, apakah mereka nyaman dengan penggunaan kata motivator dalam embel-embel namanya.

Motivator kalau diartikan secara "bodoh" saja memiliki arti sebagai "pemberi motivasi"..........kalo bagi saya, orang yang sering menyebut nama mereka sebagai motivator lebih cocok dipanggil sebagai "orang yang menyampaikan cerita-cerita motivasi".

Karena Motivator yang sesungguhnya dalam hidup ini adalah " DIRI KITA SENDIRI ", tidak akan ada orang yang bisa menggerakkan motivasi orang lain selai diri individu itu sendiri. Jadi penggunaan kata motivator saya kira sudah tidak relevan dalam kondisi hidup saat ini.

Orang-orang yang mau berkembang dan bangkit dari keterpurukan harus memiliki motivasi sendiri untuk bisa merubah hidupnya, dan yang mejadi alasan mereka termotivasi bisa jadi karena kegagalan yang pernah mereka alami. Orang yang tidak memiliki pekerjaan harus memiliki motivasi diri untuk melangkahkan kakinya mencari peluang-peluang pekerjaan, dan yang akan menjadi alasan mereka termotivasi bisa jadi karena harus menghidupi keluarga besarnya. Para marketing di perusahaan harus memiliki motivasi sendiri kenapa mereka harus mencapai target yang ditetapkan perusahaan, dan perusahaan hanya memberikan jalan mereka menemukan motivasi mereka sendiri, bisa jadi karena mereka akan diberikan reward, bisa jadi mereka akan diberikan jenjang karir yang bagus.

Jadi secara konsep, motivasi akan muncul karena berbagai alasan. Alasan kenapa seseorang termotivasi menjadi sebuah alat untuk membangkitkan perasaan tersebut, dan di ranah inilah seorang motivator bekerja. Apabila alasan tersebut sudah ditetapkan oleh seorang individu maka barulah sebuah alur motivasi tersebut bekerja, sehingga bisa kita pastikan bahwa motivasi datang dari diri sendiri, bukanlah dari orang lain. 

Kesimpualannya MOTIVATOR SEJATI adalah DIRI SENDIRI



Selamatkan Ramadhan

14 September 2009

Saat ini Kota Padang sedang giat2nya membuat inovasi baru terhadap dunia pendidikan sekolah, dengan meliburkan siswa dan siswinya di saat Ramadhan dan menggiring mereka untuk aktif di Masjid-masjid dalam rangka mengikuti Pesantren Ramadhan diharapkan akan tercipta generasi muda yang lebih religi dan memliki bekal agama yang cukup kuat.

Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan cita rasa baru bagi kalangan pelajar, kegiatan edukasi ini pun telah mulai di ikuti oleh beberapa daerah di Sumatera Barat. Kedepan diharapkan seluruh pelajar diIndonesia bisa menikmati kegiatan ini agar Bulan Ramadhan bisa dinikmati lebih maksimal.

Tapi ada beberapa kondisi yang sangat berbeda sekali dengan spirit Pesram (pesantren Ramadhan) yang di agung2kan baik oleh Pemda maupun sekolah.

Di seputaran Pantai Padang tepatnya di kawasan Danau Cimpago Purus, masih terhampar dengan indahnya lokasi-lokasi maksiat yang secara kasat mata bisa terlihat jelas. Sampai saat ini paysek (payung esek-esek) ini masih beroperasi secara leluasa tanpa ada tindakan tegas dari pihak terkait. Pada awal ramadhan, paysek ini belum ada yang buka, akan tetapi pada minggu kedua, mulailah mereka menjamur kembali memperlihatkan taringnya karena tidak ada yang bakal berani menumpas kebathilan di lokasi mereka.

Penari Pendet di Iklan Visit Malaysia Orang Bali

24 Agustus 2009

DENPASAR, KOMPAS.com — Kelompok seminan Bali mendesak pemerintah untuk dapat memperjuangkan dan mempertahankan tari pendet sebagai salah satu warisan dan kekayaan milik bangsa Indonesia.

"Kami harapkan Pemerintah Indonesia dapat mempertahankan tari pendet setelah jenis kesenian warisan turun-temurun dari nenek moyang masyarakat Bali itu diklaim milik Malaysia," kata Ida Ayu Agung Mas, anggota DPD, di Denpasar, Senin (24/8).

Ia menyebutkan, pihaknya akan secepatnya menyampaikan aspirasi para seniman Bali itu kepada pemerintah untuk dapat ditindaklanjuti sehingga bangsa ini tidak lagi kehilangan harta kekayaan yang tidak ternilai harganya.

Tidak hanya tari pendet, tetapi lukisan, corak batik, dan beberapa karya cipta lagu-lagu daerah di Tanah Air juga sempat diklaim milik Malaysia. "Ini sudah sangat keterlaluan," katanya.

Malaysia lewat siaran iklan Visit Malaysia Year mengklaim tari pendet atau tari selamat datang yang biasa disuguhkan masyarakat Bali kepada para tamu penting yang datang ke Pulau Dewata.

Tari pendet yang dibawakan wanita berbusana adat Bali ditayangkan berkali-kali dalam iklan Visit Malaysia Year di beberapa stasiun televisi di dalam dan luar negeri.

Guru besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Prof Wayan Dibia, MA, menyatakan, berdasarkan pengamatan pihaknya, penari yang ditayangkan dalam iklan tersebut adalah orang Bali.

"Dua penari yang tampil merupakan alumnus ISI Denpasar yang bernama Lusia dan Wiwik. Sementara itu, pengambilan gambarnya dilakukan Bali Record sekitar dua hingga tiga tahun lalu," ujar Prof Dibia.

Melihat itu, kepada pemerintah ia menyerukan protesnya agar dapat mempertahankan produk kesenian yang ada untuk kembali didata dan didaftarkan sehingga tidak mudah diklaim negara lain.

"Tari pendet merupakan bagian dari warisan budaya kita, yang mana dalam tarian tersebut menampilkan nilai-nilai seni dan simbol-simbol budaya yang hanya dimiliki oleh tradisi budaya Hindu-Bali," tuturnya.

Ia mengharapkan, pemerintah secepatnya dapat meluruskan sekaligus mendaftarkan bahwa tari pendet betul-betul milik dan warisan nenek moyang masyarakat Indonesia, dalam hal ini Bali.

"Dengan demikian, tari yang sesungguhnya sangat dimanjakan orang Bali itu tidak jatuh ke tangan orang lain yang berniat mencurinya," ujar Prof Dibia.
-------
Kembali Bangsa Indonesia di obok2 oleh bangsana tetangga.....Sampai kapan pemerintah diam tanpa berbuat hal yang konkrit untuk memperjuangkan kebudayaan dan harga diri bangsa kita. Baru saja kita memperingati hari kemerdekaan, tapi apa yang terjadi.....dengan bangganya Negara tetangga menjajah ide dan tradisi nenek moyang kita, sama saja dengan penjajahan gaya baru.....
Pemerintah harus bersikap tegas dan penuh komitmen dalam menyelesaikan kasus ini, sekarang baru kebudayaan....TKI, Klaim Pulau...jika kita lengah bisa jadi mereka mengklaim seluruh pulau dan kebudayaan di setiap propinsi yang ada di Indonesia.

Drainase Padang kurang baik

21 Agustus 2009

Kemaren, sekitar pukul 17.30 WIB Kota Padang diguyur hujan yang cukup deras...hujan ini berhenti sekitar pukul 20.00 WIB.

Pukul 20.00 WIB tersebut saya keluar dari rumah menggunkan mobil untuk membeli obat buat orang tua saya yang sedang sakit, sekalian membeli sate di kawasan Belakang Olo. Saya mengambil jalur melewati daerah Lubuk Lintah, Anduring, kemudian Andalas, di Andalas saya melewati banjir kecil yang tidak terlalu berefek kepada pengendara lain, tepatnya di depan ATM BNI Andalas (lokasi ini merupakan langganan digenangi oleh air jika terjadi hujan). Sesampainya di Perempatan Simpang Haru saya menemukan banjir lagi di depan Wisma Andalas, banjirnya lumayan tinggi sehingga memenuhi badan jalan sampai ke bagian tengah sehingga mobil dan kendaraan lain mesti bersempit2 pada satu jalur. Saya membelokkan ke arah Sisingamangaraja dengan prediksi bahwa di sekitar PJKA kemungkinan digenangi oleh air juga. Perkiraan saya salah, di bengkolan setelah SD Kartika ternyata banjirnya lumayan tinggi (kira2 satu jengkal diatas kaki).

Saya mengambil keputusan untuk lewat ke daerah Proklamasi yang terkadang jarang di genangi oleh air, sesampainya di perempatan lampu merah Pos....kemacetan panjangpun terjadi tanpa ada yang mengatur, lampu merah mati dan di pinggir2 jalan digenangi oleh air sehingga banyak kendaraan yang pengen cepat2 melewati genangan tersebut sehingga terjadilah kemacetan.....saya sempat berfikir, apa salahnya sih, disaat2 dibutuhkan seperti itu pak Polisi mau meluangkan waktunya untuk mengatur lalu lintas....selain lampu traffic light yang mati , banyak kendaraan yang mogok di tengah jalan dan menggangu arus lalu lintas..

Di tugu Piala Adipura saya mengambil arah ke kiri menuju Jalan Ratulangi, pada tanjakan kecil yang ada di dekat pertigaan tersebut saya kembali melewati genangan air yang cukup membuat nyali ciut, karena banyak mobil dan motor yang mogok di pinggir2 jalan tersebut.

Sesampainya di depan Arbes, genangan air yang cukup tinggipun kembali saya hadapi....dari arah Permindo banyak mobil dan motor yang berputar arah kembali karena mereka takut tidak bisa melewati banjir tersebut. Disini saya kembali menemukan beberapa mobil yang mogok di tengah jalan dan dibiarkan begitu saja oleh sopirnya.

Setelah membeli obat di Apotik Patimura, saya pun berniat kembali pulang melewati jalur yang tadi (rumah saya berada di kawasan Ampang) . Keputusan ini saya ambil karena dari beberapa kali hujan yang menerpa Kota Padang, jalan Alai menuju Ampang sering digenangi oleh air yang cukup tinggi terkadang sampai lutut kaki orang dewasa...(kasihan juga masyarakat yang tinggal disana, mereka harus menikmati banjir secara rutin jika terjadi hujan lebat....dan sampai sekarang belum ada tindakan konkrit yang dilakukan oleh instansi terkait terhadap kondisi tersebut). Daerah ini cukup ditakuti jika terjadi hujan, karena akan banyak mobil dan motor yang mengalami mogok di tengah jalan, padahal daerah ini merupakan jalur alternatif untuk mencapai kawasan By Pass.

Perjalanan pulang pun saya lalui dengan kondisi yang sama, di jalanan banyak mobil yang di derek dengan mobil yang lain....malahan ada yang di dorong dengan menggunakan sepeda motor....

Kondisi ini harus mendapatkan perhatian yang lebih dari instansi terkait, dalam hitungan jam saja hujan yang dihadiahkan untuk Kota Padang bisa membuat banjir dibeberapa ruas jalan....
Kita harus mempertahankan citra Adipura yang kita terima dengan memperbaiki saluran air (drainase) supaya tidak terjadi lagi kondisi2 seperti yang terjadi tadi malam....Masyarakatpun secara sadar harus menjaga lingkungan dari pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya, sehingga drainase yang ada bisa terjaga dengan baik.