Traffic Light mati, Polisi pun Menghilang

26 Agustus 2009

Saya heran..........

Tadi pagi pas mo ke kantor, di beberapa perempatan lampu merah yang biasanya saya lewati terjadi sedikit kemacetan, hal ini disebabkan karena efek Pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN sehingga Traffic light tersebut juga ikut-ikutan mati. Di perempatan lampu merah Pasar Alai ,Adabiah dan perempatan Mangunsarkoro mengalami kondisi tersebut sehingga mobil dan kendaraan roda dua bersiliweran tanpa aturan.

Kondisi ini diperparah oleh menghilangnya Pak Polantas yang biasanya setiap pagi mendedikasikan waktu dan pekerjaannya untuk mengatur lalu lintas di masing-masing perempatan tersebut. Anehnya di dekat Kantor Polda Sumatera Barat dan Kantor Gubernur Sumbar banyak berdiri bapak dan ibu polantas, setiap 15 s/d 20 meter ada Polantasnya.

Yang menjadi pertanyaan bagi saya yang masih awam mengenai tata dan alur kerja Polisi Lalu Lintas, kenapa disaat polantas dibutuhkan...disaat itu pula mereka tidak ada. (saya mohon pencerahannya bagi yang mengetahui....!).
Siang tadi saya juga melewati perempatan lampu merah Khatib Sulaeman yang dekat Telkom, disana lampu merahnya juga sedang dalam kondisi mati. Di Pos Polisi yang ada di perempatan tersebut memang dihuni oleh satu orang Polantas, akan tetapi Bapak tersebut hanya melihat-lihat saja tanpa ada niatan mengatur lalu lintas.....malahan dia asik ber handphone ria.

Hal ini juga sering saya temui disaat Traffic light mati di sekitar kota Padang, jikapun ada Polantas yang standby di Pos-nya...tapi mereka hanya berdiam di dalam pos dan tidak ada inisiatif mengatur alur lalu lintas. Dan banyak sekali pengguna jalan yang melihat sinis dengan keberadaan mereka, samibil berciloteh "bukannya mereka digaji buat mengatur lalu lintas".

Di saat Kota Padang di guyur Hujan yang mengakibatkan banjir di beberapa titik dan juga beberapa Traffic light mati, banyak mobil mogok dan kondisi kemacetan di beberapa perempatan. Di saat-saat seperti ini dedikasi Polisi sebagai pengatur jalan raya sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat. Tapi kondisi waktu itu berakhir tanpa ada campur tangan dari Polantas dan juga pihak terkait dalam menyelesaikan acara pada saat hujan tersebut.

Jika melihat kondisi diatas, saya pengen sedikit membandingkan kondisi pekerjaan Polantas yang ada di daerah-daerah dengan Polantas yang bekerja di Ibukota Jakarta. Saya salut dan bangga jika melihat kemauan dan keikhlasan mereka berpanas2an di jalan raya, ikut hujan-hujanan dan terkadang sudah terlihat kayak tukang parkir karena terlalu banyak kendaraan yang mesti mereka atur dan tertibkan. Pertanyannya, Apakah beda Standar Operasional Prosedur yang dikerjakan oleh Polantas di daerah-daerah dengan Polantas yang ada di Jakarta. Kalau memang ada...Kapolri mesti me-rolling semua polisi dari segala jabatan supaya bisa merasakan dan mendapatkan pengetahuan baru di daerah lain. Sehingga mereka semua memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan......

Hidup Kepolisian Republik Indonesia....!!!!!

1 komentar:

NATURE mengatakan...

This BLOG is about KERALA.There is a lot of wonderful and beautiful places in KERALA
CLICK HERE
KERALA
PLACE TO VISIT in KERALA
Punnamada Lake

KABINI RIVER

Kovalam BEACH

Papanasham Beach

Pathiramanal

Vidyarambham

Posting Komentar