PLN Berulah Lagi

22 Agustus 2009

Awal ramadhan Umat muslim yang tinggal dikawasan Sumatera Barat mendapatkan ujian tambahan, selain menahan hawa nafsu, nahan lapar dan dahaga, masyarakat harus dihadapkan dengan ujian kesabaran dan ujian emosi menghadapi pemadaman listrik bergilir yang terjadi.
Malam sehabis tarawih perdana, lampu dirumah saya mati sekitar pukul 21.00 WIB....saya nggk yakin tuh lampu hidupnya jam brapa, karena sampai pukul 24.00 WIB lampu masih mati. Pukul 02.00 WIB listrik kembali pudur (mati-red) dan baru hidup pukul 03.30 WIB. Tanggal 23 Agustus 2009 pagi lampu kembali mati, dan kalo saya nggk salah hitung ada sekitar 3 kali pemadaman dari pagi sampai siang.
Yang bikin parahnya, lampu hidup sekitar pukul 18.00 sore....dan kembali mati 5 menit sebelum kumandang azan isya.....Kebayang nggk gimana susahnya jama'ah melaksanakan sholat, kalo yg punya genset sih alhamdulillah masih bisa sholat dengan kodisi terang benderang walaupun imamnya diiringi musik syahdu dari dentuman genset. Tapi masih banyak Masjid dan Mushalla yang belum mampu membeli Genset sesuai dengan kapasitas yang mereka butuhkan.
Pemerintah Kota Padang memiliki program untuk siswa/i sekolah, dengan meliburkan kegiatan belajar mengajar disekolahan dan mereka disuruh bnerinteraksi di masjid dan Mushalla melakukan Pesantren Kilat. saya agak sedikit miris membayangkan adek2 siswa tersebut berkegiatan baik mendengarkan ceramah, mencatat ceramah dan melakukan radarus dengan kondisi listrik mati. Gimana nasib buya yang memberikan ceramah, dijamin para buya bakal kehabisan suara karena tidak ada microphon yang membantu beliau menyampaikan ceramahnya. Bagaimana kekhusyukan ibu2 yang sedang sholat masih memikirkan bagaimana cara mereka memasak nasi buat sahur nanti, sehingga periuk nasi yang telah lama mereka tinggalkan akan kembeli dimanfaatkan secara maksimal.
Dari beberapa  status Facebook yang saya baca, malam ini status facebook teman2 saya di dunia maya yang tinggal di Padang didominasi oleh kata2 "PLN". semuanya mengeluarkan umpatan2...malahan ada yang sangat ekstreem "Kita bakar saja PLN", "PLN diisi oleh orang2 musyrik, yang nggk paham ibadah", "PLN kafir" dan banyak lagi umpatan2 yang kayaknya keluar dari pemikiran2 yang sudah lelah menghadapi kenyataan pahit pemadaman listrik.

 Ada juga teman yang membalas status saya dengan kata " Orang PLN sudah ada kongkalikong dengan penjual genset, supaya genset laku dipasaran makanya sering dilakukan pemadaman".
Saya bingung, dengar info dari beberapa orang rekan2 baik di dunia maya maupun di dunia nyata....PLTA yang kita miliki (Sumbar-red) sebenarnya bisa memasok kebutuhan listrik untuk kawasan Sumbar malahan lebih. Tapi kenapa masih sering dilakukan pemadaman,dan jadwalnya pun semakin tidak menentu. Pemerintah harusnya lebih tegas menyikapi masalah ini, lakukan pembangunan infrastruktur listrik di setiap daerah, Pemerintah Sumbar melalui Gubernur harus memberikan ultimatum terhadap PLN SUmbar supaya jangan membagi pasokan listrik lagi ke daerah lain. Tapi apa yang terjadi, samapi detik ini tidak ada jaminan pasti dari pemerintah mengenai pasokan listrik ini. Untuk kawasan Jabodetabek pasokan listrik lancar dan tidak pernah mengalami pemuduran (pemadaman-red)...kenapa, karena disitu ada pusat pemerintah dan merupakan metropolisnya indonesia. kalo emang mo dibagi, dijatahin semua donk.....jangan tebang pilih.
Krisis listrik sudah terjadi beberapa tahun sebelum ini, tapi apa tindakan kongkrit yang dilakukan oleh pemerintah....tidak ada.
Jawaban yang sering keluar adalah "air di Maninjau sedang susut", kenyataannya beberapa hari ini curah hujan di Sumbar sudah cukup tinggi malahan bisa membuat Kota Padang Kebanjiran di beberapa titik. Pastinya dengan curah hujan seperti itu air di danau Maninjau tersebut sudah kembali stabil, bukannya di kasih ke sumbar ...eh...malah tetap di kirim ke daerah lain.
Saya heran melihat kondisi masyarakat saat ini, dulu...jika terjadi pemadaman seperti ini masyarakat sudah pasti dengan segera angkat telepon untuk melakukan konfirmasi kenapa dimatikan....malahan melakukan demo ke PLN. Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu, PLN dilempari oleh masyarakat karena melakukan pemadaman lsitrik.
Masyarakat Sumbar sudah mulai cerdas dan dapat berpikir secara jernih, akan tetapi jangan dianggap sepele. Pesan saya kepada PLN cuma satu, jangan membangunkan singa yang sedang tidur. Mentang2 tidak begitu ekstreem komplain yang diterima PLN, mereka tetap berlaku sewenang2 terhadap pelanggannya. Jangan terlalu lama menguji2 dan mempermainkan perasaan masyarakat.
Kenapa tidak di swastanisasi saja pasokan listrik bagi penduduk di Indonesia, undang investor Luar negeri untuk membangun instalasi listrik baru sebagai alternatif....Masyarakat berani bayar sedikit mahal jika pasokan lancar, kalo sekarang...bayaran mahal, pasokan tidak lancar, menunggak sebulan aja langsung diputusin.
Sengaja tulisan ini saya posting supaya masyarakat di daerah lain di Indonesia bisa menyikapi krisis yang sedang dialami oleh negeri ini. Jangan hanya memikirkan politik, pilpres, bagi2 jatah mentri, sampai tetek bengek pembagian jatah jabatan di dunia politik....jika masyarakat masih menderita seperti ini. Masyarakat indonesia memperoleh kemerdekaan tanggal 17 agustus 1945 akan tetapi masih dijajah sampai tahun 2009 ...nggk tau juga sampai tahun berapa.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Mas, mohon maaf sbelumnya...bisa dihapus enggak ini mas ? dri tulisan mas ini bisa kami tuntut lohhh, menjelekkan nama PLN, bisa kami tuntut sampe ke pengadilan...
Tapi emang beginilah keadaaan kita sekarang ini, gara gara sapa... gara gara pemerintah juga, kita skrg dalam kondisi defisit supply daya pembangkita padahal tiap tahun laju perekonomian masyarakat terus naek, dan pemerintah hanya setuju mendirikan pembngkit itu "made in China ", jadi sekarang bnyak pmbngkit buatan cina yang sudah rusak dn butuh perbaikan , beginilah keadaan kita sekarang ini... harap dimaklumi... Tapi mohon anda kalo menulis juga lihat lihat, tulisan anda ini bsa kami tuntut sampe ke pengadilan

(PLN PUSAT)

rifkadejavu mengatakan...

Terimakasih PLN PUSAT....silahkan dituntut, lha wong anda saja nggk gentle....jgn pake anonim donk, ini nih PLN kita...pandainya cuman balas kritik orang dengan ancaman, saya mah biasa2 aja.....masyarakat kagak ngarti ama suply2an yg penting kami bayar listrik tepat waktu,..."gitu aja kok repot"

Posting Komentar