Uda Uni Sumbar Refleksi Profil Orang Minang

11 Agustus 2008

Setiap tahun pemilihan Uda Uni Duta Wisata Sumatera Barat menampilkan inovasi-inovasi dan penampilan yang memukau dari finalis yang mengikuti kegiatan ini. Pada tanggal serba delapan kemaren bertempat di pangeran Beach hotel diadakan ajang final Uda Uni tahun 2008 yang di menangkan oleh Uda dari Pessel dn Uni dhamasraya. Hal ini membuktikan keberagaman budaya tidak menjadi penentu dalam menyatukan visi dan misi dalam membangun pariwisata Sumatera Barat. kedepan uda uni tersebut akan mengemban tugas yang cukup berat dalam mempromosikan adat istiadat dan keberagaman wisata yang ada di Sumatera Barat.
Dari history pemilihan Uda Uni Sumatera Barat yang dimulai pada tahun 1971 sampai dengan tahun 2008 saat ini, kita melihat sudah banyak lulusan ajang ini yang setelah mengemban tugas sebagai duta wisata kembali mengabdi di masyarakat dalam berbagi bentuk. Timbul pertanyaan, apa yang dilakukan Uni Uda ini setelah mereka tidak mengemban tugas lagi...?? Apakah mereka tetap memperjuangkan dan mengharumkan pariwisata Sumatera Barat baik di dalam maupun di luar Sumatera Barat. Dari beberapa hasil percakapan dengan masyarakat, di dapat banyak statement yang rasanya mangaburkan fungsi-fungsi dari pemilihan ini. "itu kan untuk gaya-gaya se tunyo, kalau lah abihnyo jadi uda ndak ado gai sumbangsihnyo ka Sumbar lai tu do" apakah hal ini yang tergambar di masyarakat. " Ndak cocok dipanggia uda uni kegiatan ko do, masak iyo udanyo masih baumua 19 tahun, alun cocok dipanggia uda lai tu do" Ini juga menjadi catatan penting untuk kegiatan Uda Uni kedepan, mestinya ada pembatasan umur, bukan hanya maksimal tapi umur minimal juga harus ditetapkan supaya finalis yang akan tampil dalam pemilihan memang merupakan karakter-karakter individu dewasa yang berwibawa dan memiliki aura seorang pengayom.
Ado lo yang tahun patang nyo ikuik di Solok, ndak lulus do, kini nyo bae ikuik ateh namo Sawahlunto....disitu se lah ndak komit do, ba'a lo ka manjua objek wisata tu, beko objek wisata tangkuban perahu lo yang nyo jua nyo". Ini yang lebih anehnya, diantara beberapa finalis terdapat beberapa wajh lama yang dulu mereka tidak lulus pada tahun 2007 malah ikutan lagi di 2008 dengan membawa bendera daerah yang berbeda....Aneh kan...harusnya Panitia atau Juri lebih kritis dalam menyikapi ini, jika dari awal sudah ada ketidak konsistenan dalam membawa nama daerah, plin plan namanya, nggk ada dong orang minang yang pengen Uda Uni Wisatanya bisa berpindah-pindah daerah hanya demi sebuah pemilihan. Dan masih banyak tanggapan-tanggapan miring atas kegiatan ini.
Terserah apa  yang dibilang orang-orang, yang penting untuk pemilihan Uda Uni Wisata Sumbar tahun 2009 kita berharap lebih bisa maksimal dan melibatkan orang-orang yang berkompeten di bidangnya dan semua unsur penilaian harus dipraktekan.
Bravo Uda Uni Sumbar

1 komentar:

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar